Fitter Jelas Bukan Lawan Tanding Super Hornet

Jet tempur F/A-18 E/F Super Hornet telah terlibat di banyak konflik militer Amerika Serikat. Dari Afghanistan, Irak,  Libya hingga perang melawan ISIS di Suriah, pesawat-pesawat ini berterbangan dari kapal Induk Amerika untuk menggempur target.

Pesawat ini menjadi salah satu puncak dari generasi keempat setelah F-14, F-15 dan F-16. Kemampuan tempurnya tak diragukan lagi. Dia hanya setengah strip berada di bawah generasi kelima. Alias ada di generasi 4,5.

Super Hornet pada hakekatnya merupakan pesawat model baru, dengan tampilan yang mirip dengan dan beberapa sistem dari F/A-18C/D Hornet. Super Hornet mulai dikembangkan pada tahun 1992, pertama kali terbang pada bulan November 1995, dan mulai beroperasi pada 1999. Versi saat ini meliputi F/A-18E (satu kursi) dan F/A-18F (dua kursi). Versi ini untuk menggantikan F/A-18 dan F-14 Tomcat.

Super Hornet memiliki sayap 25% lebih besar yang memungkinkan pesawat untuk kembali ke sebuah kapal induk dengan beban sisa amunisi yang lebih besar. Hal ini menjadi penting mengingat penggunaan persenjataan yang lebih besar dan lebih mahal.

Pesawat ini dapat membawa lima tangki bahan bakar eksternal dengan kapasitas masing-masing 1.700 liter untuk penerbangan jarak jauh atau empat tangki plus satu kali pengisian di udara (Aerial Refuelling Store / ARS)

F/A-18 adalah pesawat yang memiliki mesin kembar, sayap tengah, dan dapat menjalani berbagai misi taktis. Pesawat ini sangat lincah, sebagai dampak dari rasio dorongan-terhadap-bobot pesawat yang baik, sistem kendali digital fly-by-wire, dan perluasan tepi depan (leading edge extensions) (LEX). LEX memungkinkan Hornet untuk tetap dapat dikendalikan pada sudut serang yang besar.

Hornet adalah salah satu pesawat pertama yang sangat banyak memanfaatkan tampilan serbaguna, di mana pada switch suatu tombol memungkinkan pilot mengendalikan kinerja tempur atau serang-darat atau kedua-duanya.

Facebook Comments