For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Senjata Super Yang Tak Pernah Maju Perang

B-2 Bomber dan MOP

Bom Raksasa

GBU-43 bukanlah bom terberat dalam sejarah.  Masih ada GBU-57A / B Massive Ordnance Penetrator (MOP). Bom seberat  14.000 kg ini merupakan bom presisi dipandu bunker  buster yang juga milik Angkatan Udara Amerika Serkat.

MOP dapat menembus sedalam 60 meter di bawah tanah dan sampai 19 meter lapisan beton baja. Tes ledakan pertama dari GBU-57 berlangsung pada tahun 2007. USAF menerima pengiriman pertama sebanyak 20 bom pada tahun 2011.  MOP juga tidak digunakan dalam pertempuran sejauh ini.

Namun, bom non-nuklir paling kuat dikembangkan di Rusia yang dikenal sebagai Aviation Thermobaric Bomb of Increased Power (ATBIP) yang diuji npada 11 September 2007. Bom ini dijuluki sebagai “Kuzma’s father”  dan “The Father of All Bombs” (FOAB)

FOAB

Bom ini memiliki kekuatan setara 44 ton TNT yang jauh lebih besar dibandingkan GBU-43 yang meiliki kekuatan setara 12 ton TNT. FOAB  Ia memiliki radius ledakan lebih dari 300 meter sementara  MOAB 150-200 meter.

Menurut pakar militer dan wartawan Rusia Viktor Murakhovsky, bom ini setara dalam hal kekuatan destruktif dengan  yang digunakan oleh Uni Soviet selama Perang Dunia II.

Menurut ahli, dibandingkan dengan GBU-43, radius destruktif dari bom AS adalah sama dengan episentrum ledakan yang dihasilkan oleh FOAB.

“Pada medan terbuka, yang MOAB memiliki radius destruktif hanya 150-200 meter. Pada saat yang sama, FOAB menghasilkan ledakan dengan episentrum 150-200 meter dan gelombang ledakan yang mencapai di luar daerah ini. Bom Rusia merusak pada jarak hingga 2,5 km,” kata Murakhovsky Sputnik.

Next: Artileri Berat

Facebook Comments