For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Senjata Super Yang Tak Pernah Maju Perang

2S7 Pion

Pentagon untuk pertama kalinya menggunakan bom non-nuklir terbesar dalam pertempuran. Senjata yang dikenal sebagai GBU-43 Massive Ordnance Air Blast (MOAB) dan dijuluki sebagai “The Mother of All Bombs” tersebut dijatuhkan untuk menggempur terowongan milik ISIS Afghanistan Kamis 14 April 2017. Senjata seberat  22.000 pon ini dijatuhkan dari sebuah pesawat misi MC-130 di Provinsi Nangarhar.

GBU-43 / B dianggap senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dikembangkan. Harga satu MOAB diperkriakan mencapai US $ 16 juta atau sekitar Rp213 miliar. Ini adalah pertama kalinya bom dijatuhkan dalam pertempuran meski sudah dalam pelayanan sejak tahun 2003.

Namun demikian, hasil yang dihasilkan oleh suatu besar ini tidak terlalu maksimal karena  bom ini tidak dirancang untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah. Seperti BLU-82 Daisy Cutter Bomb di era Perang Vietnam, konsep operasional dasar dari GBU-43 adalah untuk menghapus daerah berhutan lebat untuk pendaratan helikopter dan untuk membersihkan ranjau.

Namun serangan menggunakan bom besar ini akan memiliki efek psikologis. Senjata ini efektif untuk lawan yang lemah, tetapi bagi musuh yang memiliki sistem pertahanan udara canggih, GBU-43 akan sia-sia, karena MC-130 akan ditembak jatuh bahkan sebelum mencapai wilayah di mana dia harus menjatuhkan senjata tersebut.

Ada beberapa senjata yang dirancang dengan kemampuan unik dan mematikan tetapi tidak pernah digunakan dalam misi perang. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya.

Next: Bom Besar
Facebook Comments