For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ulah Rusia Apa Suriah Ini? 52 WargaTewas Akibat Senjata Kimia

Korban serangan udara di Idlib Suriah

Perang di Suriah dan Irak semakin hari semakin brutal. Setelah serangan maut Amerika dan koalisinya yang menewaskan ratusan warga sipil pada 17 Maret lalu, kini sedikitnya 58 orang, termasuk 11 anak-anak, di provinsi  Idlib Suriah juga tewas dalam serangan udara yang dilakukan pada Selasa 4 April 2017.

Observatorium Hak Asasi Manusia di Suriah mengutip pernyataan petugas kesehatan korban mengalami gejala-gejala menghirup gas yang berasal dari senjata yang diluncurkan dari jet tempur. Pesawat Rusia atau Suriah dituduh melakukan serangan ini yang tentu saja keduanya menolak mentah-mentah.

Namun sebuah sumber militer Suriah sebagaimana dilansir Reuters membantah bahwa pasukan pemerintah menggunakan senjata tersebut dan  mengatakan mereka “tidak dan belum” menggunakan senjata kimia “ tidak di masa lalu dan tidak di masa depan”.

Rusia juga membantah melakukan serangan tersebut dengan mengatakan pesawat mereka tidak  melakukan serangan udara di provinsi Idlib Suriah.

“Pesawat militer Rusia tidak melakukan serangan  serangan udara di dekat Khan Sheikhoun di provinsi Idlib,” tulis Kantor  Berita RIA mengutip kementerian pertahanan.

Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah  mengatakan serangan itu membuat banyak orang sesak napas dan jatuh pingsan, beberapa di antaranya mengeluarkan busa dari mulut mereka, sebagai tanda serangan menggunakan senjata yang mengandung gas beracun.

Idlib adalah salah satu benteng yang paling penting bagi pemberontak, termasuk faksi jihad, yang berusaha untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Angkatan udara Suriah bersama dengan sekutunya Rusia, telah beberapa kali membombardir para pemberontak di lokasi itu.

Jumlah pengungsi di Idlib, yang terletak di barat laut Suriah, meningkat, banyak dari mereka meninggalkan tempat dikuasai pemberontak atau tempat lain di negara itu setelah tentara Suriah dan sekutunya memaksa mereka untuk pergi.

Beberapa bagian daerah di Idlib dikendalikan oleh pemberontak yang didukung Turki, termasuk faksi yang berperang di bawah bendera Tentara Kebebasan Suriah, sementara di daerah-daerah lainnya didominasi oleh kelompok garis keras Ahrar al-Sham dan kelompok-kelompok lainnya yang tergabung dalam aliansi Tahrir al-Sham.

Tahrir al-Sham adalah bagian dari bekas kelompok Nusra, yang secara resmi mengumumkan diri sebagai cabang al Qaeda di Suriah hingga 2016, saat mereka mengakhiri kesetiaannya kepada organisasi pemberontak internasional.

Facebook Comments