For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kisah 30 Menit Saat Tomcat Menyingkirkan Eagle dari Iran

F-14

Ada kisah menarik dibali F-14 Iran. Terutama dalam proses pemilihan hingga pesawat ini mampu mengalahkan F-15 dalam sebuah adu teknologi selama 30 menit.  Pengadaan Tomcat ke Iran memiliki sejarah menarik.

Pengadaan jet ini juga sangat penting untuk Grumman, yang menghadapi masalah keuangan yang serius karena perkembangan pesawat yang suslit, tetapi juga untuk masa depan tempur itu sendiri, karena pada saat program F-14 adalah dipengaruhi oleh jadwal slip dan kelebihan biaya.

Ketika Iran mengumumkan niatnya untuk menggantikan F-4 Phantom mereka memiliki dua pilihan yakni F-15 (Angkatan Udara) dan F-14 (Angkatan Laut). Setelah briefing oleh USAF dan US Navy TNI di istana Teheran, para pejabat Iran memutuskan akan melakukan demonstrasi penerbangan di Andrews Air Force Base, dekat Washington DC, yang dijadwalkan pada bulan Juli 1973, untuk menentukan salah satu di antara dua jet tempur yang akan dipilih. Demonstrasi dijadwalkan tidak melebihi 30 menit sejak pertama take off hingga pendaratan.

Demonstrasi akhirnya digelar. F-15, dikemudikan oleh Irv Burrows (pilot uji coba McDonnell Douglas), akan terbang pertama. Sementara Don Evans dan Dennis Romano (kru tes Grumman) dengan F-14 menunggu giliran setelah Eagle.

Ketika F-15 meluncur ke landasan pacu, Don dan Dennis mulai menyalakan mesin Tomcat lebih cepat dari jadwal dan membakar bahan bakar selama Eagle demonstrasi, untuk mengurangi perbedaan daya dorong untuk rasio berat antara dua jet tempur.

Namun demonstrasi F-15 itu spektakuler, tidak hanya untuk kekuatan pesawat tetapi juga untuk keterampilan pilot: Burrows adalah seorang pilot besar pada eranya.

Demonstrasi penerbangan untuk kedua pesawat  adalah sama yakni berurutan manuver yang dimulai dengan kinerja tinggi mengambil off diikuti oleh Immelman berbalik dan memanjat, keturunan dengan kecepatan tinggi, terbang rendah kecepatan tinggi diikuti dengan kecepatan lambat fly-by dan diakhiri dengan pendaratan.

Karena F-15 memiliki dorongan yang lebih tinggi untuk rasio berat daripada F-14A, Eagle melakukan profil penerbangan benar-benar mengesankan selama yang menarik luar biasa 7-g 360 derajat.

Setelah F-15 selesai, semua orang menunggu F-14A yang dikenal kurang dalam tenaganya untuk demonstrasi. Mesin TF-30 Tomcat memberikan dorongan yang bisa mengimbangi Eagle.

Namun, ketika F-15  beraksi, Evans dan Romano telah membakar sejumlah besar bahan bakar dan sekarang mereka hanya memiliki bahan bakar sisa £ 2.500 yang masih cukup untuk penerbangan demonstrasi ini. Akibatnya Tomcat memiliki dorongan yang sama untuk rasio berat Eagle.

Pada titik ini F-14 memiliki satu hal yang tidak dimiliki F-15 yakni sayap geometri variabel yang akan membuat perbedaan dan menjadi keuntungan dalam demonstrasi tersebut.

Don dan Dennis mendorong kedua throttle ke zona lima afterburner penuh  dan melesat untuk melakukan demonstrasi yang sama dari F-15. Tapi awak Tomcat, memutuskan untuk menyapu sayap sepenuhnya ke depan dan kemudian untuk mengeksekusi kinerja maksimal Tomcat dan menghasilkan uap awan besar dari sayap karena gelombang kejut .

Kemudian mereka menempatkan sayap menyapu 40 derajat, Tomcat masuk ke afterburner penuh 360 derajat 8 ½ g gilirannya mempercepat hingga 400 knot yang sangat mengesankan. Untuk mengakhiri demonstrasi, Evans dan Romano menambahkan demonstrasi dengan touch and go.

Ketika gigi pendaratan utama menyentuh landasan, mereka masuk kembali ke zona zona lima afterburner penuh dan Tomcat naik hampir secara vertikal.

Pada titik ini mereka hampir kehabisan bahan bakar sebelum kemudian melakukan pendaratan cepat yang spektakuler dan berhenti sepenuhnya di 1.000 meter landasan.

Setelah acara berakhir, pemimpin Iran pun mengabaikan Eagle dan berjalan langsung menuju Tomcat. Berbicara beberapa menit dengan kru yang masih duduk di kokpit. Dan seketika itu dia memilih Tomcat, menjadika  Grumman selamat dari himpitan dan membuka harapan di masa depan.

Facebook Comments