Angkatan Darat Indonesia (TNI AD) akan membangun markas batalyon artileri pertahanan udra di Kupang pada 2017 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga wilayah udara di perbatasan negeri ini.
“Itu merupakan salah satu rencana strategis TNI untuk membangun satu batalyon di Kupang dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan ini,” kata Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto sebagaimana dilaporkan Antara Jumat 10 November 2016.
Pembangunan artileri pertahanan udara tersebut, menurutnya, sangat diperlukan mengingat NTT berbatasan dengan wilayah udaranya Timor Leste serta Australia.
“Alutista yang akan ditaruh di Camplong juga adalah alutista yang sudah sangat moderen, yang tentunya yang mampu untuk menjatuhkan pesawat-pesawat musuh jika terbang di atas wilayah Indonesia,” tambahnya. Tetapi tidak disebutkan secara rinci sistem senjata apa yang akan diinstal
Pembangunan artileri pertahanan udara di Camplong tersebut juga bukan berarti bahwa saat ini Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur sedang dalam ancaman dari musuh, namun sebagai bagian dari kesiapan TNI dalam menjaga wilayah Indonesia.
“Kita harus siapkan payung sebelum hujan. Artinya pertahanan udara harus disiapkan terlebih dahulu, agar nanti kalau ada apa-apa kita kelabakan,” ujar komandan berbintang satu itu.
TNI pada 2017 juga akan membangun markas kavaleri yang kekuatannya mencapai satu setingkat kompi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
“Untuk komando kavaleri nantinya alutista yang disiapkan berupa tank-tank yang memang disiapkan untuk pertempuran darat,” kata Heri Wiranto.
Baca juga:

