For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

J-20 Muncul di Tibet Tidak Sekadar untuk Mengancam India

Jet tempur siluman China, J-20  sedang diuji di pegunungan dekat perbatasan India, tetapi pengujian teknologi baru ini sebenarnya dimaksudkan untuk penyebaran di Pacific Barat.

Beberapa waktu lalu jet tempur generasi kelima J-20 China terlihat di pegunungan Tibet, dekat perbatasan dengan India.  Penampakan pada 2 September 2016 itu terjadi setelah kementerian pertahanan China memperingatkan India terhadap penggelaran rudal supersonik BrahMos di wilayah yang sama, dan beberapa analis melihat langkah China sebagai respons terhadap penyebaran India.

Namun, ahli militer Rusia Vasiliy Kashin mengatakan kepada Sputnik bahwa pengujian peralatan militer pada ketinggian tinggi telah menjadi prioritas bagi angkatan bersenjata China, terlepas ke mana teknologi ini akhirnya dikerahkan.

“Ada kemungkinan bahwa China secara khusus mempublikasikan foto di internet, tapi pengujian jet pada ketinggian tinggi akan dilakukan dalam hal apapun,” kata Kashin.

Situs pertahanan China mengungkapkan bahwa angkatan udara China bekerja keras dalam beberapa tahun terakhir untuk menguji teknologi pertahanan dalam kondisi ketinggian tinggi. Tes rudal jarak menengah dan jauh dan berbagai jenis pesawat tempur serta helikopter telah melewati pengujian di pegunungan China.

“Ada banyak hal spesifik untuk peralatan teknis beroperasi pada ketinggian tinggi. Banyak sistem mungkin tidak bekerja dengan baik dalam kondisi udara tipis dan suhu rendah, ini menyangkut peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan teknis peralatan militer.  Peralatan militer sendiri biasanya lebih baik disesuaikan dengan kondisi ekstrem,” jelas Kashin.

“Tampaknya bahwa di beberapa titik China memutuskan untuk melaksanakan ‘tes gunung’ dari semua peralatan baru.”

J-20
J-20

Namun, Kashin percaya bahwa India, yang telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan angkatan bersenjatanya, sedikit khawawtir dari tes gunung terbaru China.

“Dalam hal konsekuensi nyata bagi keamanan India di tahun-tahun mendatang, pengujian persenjataan China seperti jet tempur J-10 dan J-11B jauh lebih penting daripada jenis-jenis tes lain J-20,” jelasnya.

“India mampu menjamin keseimbangan yang diperlukan kekuasaan karena telah membeli sistem rudal anti-pesawat Rusia S-400, jet tempur Sukhoi Su-30MKI dan bekerja sama dengan Rusia pada  pesawat tempur generasi kelima.”

Meski pengujian dilakukan di pegunungan barat China, penyebaran teknologi siluman ini lebih mungkin di Samudera Pasifik Barat.

“Angkatan udara China di sana sudah menghadapi F-22 dan F-35 Amerika, selanjutnya yang terakhir akan digunakan oleh sekutu regional Amerika seperti Jepang dan Australia,” kata Kashin.

J-20 adalah pesawat dua mesin dengan fitur siluman yang memungkinkan untuk tidak terdeteksi oleh radar seperti jet tempur lainnya.

Menurut laporan terbaru oleh Defense World, produksi dijadwalkan akan dilakukan pada tingkat dua pesawat per bulan  seingga China mungkin dapat menyebarkan 36 J-20 pada awal 2018.

Facebook Comments