For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Plus Minus Siluman Amerika dan Rusia

Jet tempur siluman Sukhoi T-50 PAK-FA bisa membuktikan menjadi pesaing yang tangguh untuk pesawat tempur Amerika generasi kelima seperti F-22 Raptor dan F-35 Joint Strike Fighter. Meski bukan tanpa kelemahan di banyak sisi siluman Rusia ini memang ada di depan jet Amerika di beberapa hal.

Hal itu justru diakui oleh sejumlah analisis dan tokoh militer dari Amerika. “Analisis yang saya lakukan terhadap PAK-FA menunjukkan desain pesawat ini cukup canggih yang setidaknya sama dengan, dan beberapa justru menyebut lebih unggul dari generasi kelima Amerika,” kata mantan kepala intelijen Angkatan Udara AS Letnan Jenderal Dave Deptula. “Pesawat itu pasti memiliki kelincahan yang lebih baik dengan kombinasi daya dorong vectoring, semua bergerak permukaan ekor, dan desain aerodinamis yang sangat baik, daripada F-35.”

T-50 memiliki kelincahan lebih dibanding jet generasi kelima Amerika
T-50 memiliki kelincahan lebih dibanding jet generasi kelima Amerika

PAK-FA tampaknya memang dioptimalkan untuk peran superioritas udara seperti F-22 daripada fungsi multirole tempur seperti F-35. Seperti Raptor, PAK-FA sedang dirancang untuk mampu terbang di ketinggian dengan kecepatan tinggi serta kemampuan membawa sekaligus meluncurkan arsenalnya dari jarak jauh.
“Kinerja pesawat ini jelas akan brsaing dengan Raptor,” kata seorang pejabat militer senior dengan pengalaman yang luas di AS generasi kelima.

Seperti F-22, mesin Rusia diharapkan mampu melesat dengan cepat dan lama. Kecepatan maksimum pesawat harus lebih besar dari Mach 2.0.

Namun, tidak seperti pesawat generasi kelima Amerika, PAK-FA sepertinya sedikit mengabaikan penekanan siluman, dan lebih banyak penekanan pada manuver. Sementara itu bisa bersaing dengan Raptor dalam hal kinerja kinematik baku, PAK-FA sangat melebihi F-35. Dan margin kinerja akan meningkat.

F-22 Raptor yang akan sangat bersaing dengan T-50 dalam superioritas udara
F-22 Raptor yang akan sangat bersaing dengan T-50 dalam superioritas udara

Pesawat Rusia saat ini didukung oleh versi modifikasi dari mesin Su-30 Flanker yang disebut Izdeliye 117 atau AL-41F1, yang menghasilkan sekitar 33.000 pon daya dorong. Mesin, yang berjalan jauh lebih panas daripada yang mesin asli AL-31 dari mana ia berasal. Tapi mesin saat ini hanya bersifat sementara. Varian produksi selanjutnya dari PAK-FA diharapkan akan didukung oleh mesin baru yang disebut Izdeliye 30, yang seharusnya masuk layanan pada tahun 2020.

F-35 lebih menekankan pada multirole tempur bukan superioritas udara seperti T-50 dan F-22
F-35 lebih menekankan pada multirole tempur bukan superioritas udara seperti T-50 dan F-22

Jet Rusia juga dilengkapi dengan avionik suite yang kuat, yang merupakan evolusi dari karya Sukhoi pada seri Flanker. “Indikasi bahwa avionik berasal dari Su-35S dengan penambahan power-aperture X-band multimode AESA radar sangat tinggi,” kata Deptula.
Selanjutnya, ada indikasi bahwa PAK-FA juga dilengkapi dengan L-band array radar, yang mampu mendeteksi keberadaan pesawat tempur siluman. Sementara radar L-band tidak akan membiarkan PAK-FA untuk menjadi target pesawat siluman, itu akan memungkinkan pilot untuk fokus sensor jet lainnya pada area tertentu dari langit. Selain radar dan tindakan dukungan elektronik, PAK-FA dilengkapi dengan pencarian dan pelacakan inframerah.

NEXT: SISI LEMAH

Facebook Comments