For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Makin Hot! 200 Tentara AS akan Dikirim ke Ukraina

Suhu di Ukraina akan semakin memanas setelah Amerika Serikat memutuskan akan mengirimkan sekitar 200 tentara untuk mengambil bagian dalam pelatihan tahunan yang dipimpin AS di Ukraina akhir bulan ini.

Dikatakan Pentagon pengiriman tentara ini sekaligus sebagai pemberitahuan kepada Rusia bahwa mereka solid mendukung Kiev. Kehadiran 200 tentara dari Brigade 173 Airborne itu akan menandai penyebaran pertama pasukan darat AS ke Ukraina, sejak konflik yang pecah antara pemerintah dengan sparatis pro-Rusia.

Latihan dengan sandi “Rapid Trident,” merupakan latihan tahunan berlangsung 13-26 September dan akan melibatkan lebih dari selusin negara, termasuk “sekitar 200 personil” dari militer AS, kata juru bicara Kolonel Steven Warren Rabu 3 September 2014. “Ini adalah pelatihan penjaga perdamaian dan akan fokus salah satunya tentang bom rakitan.”

Pelatihan itu dijadwalkan akan diselenggarakan di Yavoriv, sekitar 40 mil (60 kilometer) dari Lviv di Ukraina barat. Pasukan dari Ukraina, Turki, Georgia dan Rumania juga akan terlibat dalam latihan tersebut. Sementara NATO mmengirimkan dua kapal maritim mereka. Washington juga mengirimkan USS Ross, kapal perusak dipandu rudal, untuk bergabung dengan pelatihan angkatan laut, yang dijuluki “Sea Breeze,” yang berlangsung dari Senin hingga Rabu depan. Sekitar 280 pelaut AS juga akan mengambil bagian dalam pelatihan ini. (Baca:NATO Mendekat, Rusia Tinjau Ulang Strategi Militer)

Dengan intervensi Rusia di Ukraina meningkatkan alarm di Eropa Timur dan di luarnya, Amerika Serikat telah mengadakan serangkaian pelatihan militer profil tinggi di wilayah itu dalam upaya meyakinkan sekutu yang cemas di perbatasan timur NATO.

Ukraina, menghadapi pemberontakan separatis dan militer Rusia dicurigai beroperasi di timur, telah meminta bantuan militer AS, tetapi Washington sejauh ini menolak untuk memberikan senjata kepada pemerintah Kiev.

Sumber: Washington Post

Facebook Comments

Comments are closed.