Kementerian Pertahanan China membantah keras tuduhan Amerika Serikat bahwa pihaknya melakukan serangan laser terhadap pesawat Amerika yang ditempatkan di pangkalan militer Djibouti, Tanduk Afrika.
Dalam pernyataan singkatnya China mengatakan tuduhan Amerika tidak mendasar.
“Kami telah menyanggah kritik yang tidak benar melalui saluran resmi,” kata Kementerian Pertahanan China Jumat 5 Mei 2018.
Pihak China, kata Kementerian tersebut, secara konsisten dan ketat mematuhi hukum dan hukum internasional dari negara setempat, dan berkomitmen untuk melindungi keamanan dan stabilitas regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pemerintah telah melakukan “pemeriksaan serius” dan mengatakan kepada Amerika bahwa tuduhan itu tidak berdasar.
“Anda dapat mengingatkan orang Amerika untuk tidak dengan cepat berspekulasi atau membuat tuduhan,” katanya kepada wartawan di Beijing.
Sebelumnya Amerika Serikat secara resmi mengeluh kepada China setelah serangan laser dialami sejumlah pilot mereka di Djibouti dalam beberapa pekan terakhir. Pentagon mengatakan serangan laser berasal dari sekitar pangkalan militer China yang terletak beberapa mil dari pangkalan Amerika. Djibouti secara strategis terletak di pintu masuk selatan ke Laut Merah pada rute ke Terusan Suez.
Djibouti, di Tanduk Afrika, memiliki pangkalan militer Amerika yang menampung sekitar 4.000 personel, termasuk pasukan operasi khusus, dan merupakan landasan peluncuran untuk operasi di Yaman dan Somalia.
Militer Amerika mengatakan serangan laser telah terjadi beberapa kali. “Ini adalah insiden yang sangat serius. Kami secara resmi memprotes ke pemerintah China dan kami telah meminta China menyelidiki insiden ini,” kata juru bicara Pentagon Dana White kepada wartawan.
White mengatakan Pentagon yakin serangan laser dilakukan oleh warga negara China. Seorang pejabat Amerika, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa dalam satu insiden bulan lalu, dua pilot pesawat C-130 menderita cedera mata ringan.

