Baru Sehari di Laut Harus Pulang, Kelas Zumwalt Terbaru Alami Masalah Mesin
USS Michael Monsoor (DDG 1001)

Baru Sehari di Laut Harus Pulang, Kelas Zumwalt Terbaru Alami Masalah Mesin

USS Michael Monsoor (DDG-1001), Destroyer Kelas Zumwalt kedua yang baru saja diluncurkan untuk melakukan uji laut harus pulang lebih awal karena masalah teknis pada sistem mesin kapal.

USNI News melaporkan uji coba yang ditujukan untuk menguji komponen lambung, mekanik dan rekayasa kapal baru dimulai pada 4 Desember. Menurut sebuah pernyataan dari Nav Systems Sea Systems Command (NAVSEA), harmonic filters mengalami kegagalan sehari setelah kapal meninggalkan galangan kapal memaksa kapal super mahal tersebut harus kembali ke galangan kapal General Dynamics Bath Iron Works di Maine pada 5 Desember.

Harmonic filters digunakan dalam sistem listrik yang kompleks untuk mencegah fluktuasi daya yang tidak diinginkan agar tidak merusak peralatan sensitif. Kegagalan filter mencegah sistem tenaga kapal berjalan dengan kekuatan penuh sebagai bagian dari program pengujian.

Keterlambatan dalam pengujian menurut NAVSEA tidak akan mempengaruhi pengiriman USS Michael Monsoor, yang dijadwalkan akan dilakukan pada Maret 2018.

Destroyer kelas Zumwalt didukung oleh sistem listrik yang kompleks, termasuk dua mesin turbin gas Rolls-Royce MT-30 dan dua mesin turbin gas tambahan Rolls Royce MT-5. Integrated Power System (IPS) dapat menghasilkan tenaga lebih dari 75 megawatt.

Menurut USNI News, jumlah daya yang dihasilkan di kelas Zumwalt ini belum pernah terjadi sebelumnya di kapal permukaan non-nuklir lainnya.

Zumwalt adalah kelas destroyer peluru kendali Angkatan Laut Amerika yang dirancang sebagai kapal siluman multi misi. Kapal ini memiliki lambung berbentuk piramid yang memungkinkannya untuk secara dramatis mengurangi visibilitasnya pada radar.

Namun pengembangan dan pembangunan kapal ini diwarnai sejumlah masalah. Ini bukan pertama kalinya kelas Zumwalt mengalami kesulitan teknis. Kapal pertama  USS Zumwalt (DDG-1000) yang telah resmi masuk oprasional juga sempat mengalmai masalah. Pada bulan November 2016, kapal tersebut harus ditarik dari Terusan Panama setelah mengalami kerusakan mesin.

Dengan harga US$ 4,4 miliar atau hampir Rp60 triliun per kapal, program Zumwalt juga terlalu mahal bagi militer Amerika, dengan total biaya program diperkirakan mencapai hampir US$ 23 miliar atau sekitar Rp312  triliun. Hal ini menjadikan rencana Pentagon yang semula ingin membeli 32 kapal dipangkas habis-habisan hanya menjadi tiga kapal saja.