Mulai tahun 2018, Angkatan Laut Denmark akan armada kapal laut NATO yang tergabung dalam Standing NATO Maritime Group Armada 1 yang juga juga dikenal sebagai SNMG1.
Radio Denmark melaporkan Angkatan Laut Denmark akan memainkan peran kunci di daerah di mana Angkatan Laut Rusia juga berlayar dan mendapat perhatian dari NATO.
Menteri Pertahanan Denmark Claus Hjort Frederiksen perlunya meningkatkan kehadiran Denmark di Laut Baltik karena adanya dugaan penumpukan militer Rusia.
“Laut Baltik menjadi zona yang semakin penting di tengah eskalasi Rusia. Di sana kita dapat melihat bahwa kita memerlukan kehadiran yang lebih kuat di wilayah kita sendiri,” kata Claus Hjort Frederiksen kepada Radio Denmark Kamis 4 Mei 2017.
“Ini adalah bentuk kepercayaan untuk Angkatan Laut Denmark, tapi ini juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan Angkatan Laut,” tambahnya.
Menurut Claus Hjort Frederiksen, proses di Rusia menunjukkan peningkatan risiko keamanan bagi Denmark. Dia juga mengatakan bahwa sangat penting armada mereka hadir, “Sehingga Rusia dan orang lain tahu bahwa setiap provokasi akan menimbulkan konsekuensi.”
NATO memiliki dua angkatan laut yang berdiri sendiri, yang disebut SNMG1 yang berlayar di Atlantik Timur dan Baltik dan SNMG2 yang terakhir beroperasi di Laut Mediterania.
SNMG1 terdiri dari beberapa kapal perusak dan fregat. Angkatan Laut Kanada, Angkatan Laut Jerman, Angkatan Laut Belanda, dan Angkatan Laut Amerika masing-masing menyumbang satu kapal secara permanen ke unit ini. Mereka bergabung secara berkala dengan kapal dari angkatan laut Italia, Belgia, Denmark, Norwegia, Polandia, Portugal, dan Spanyol.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Denmark-Rusia memburuk secara dramatis setelah bergabungnya Crimea dengan Rusia dan konflik Ukraina, yang dilihat oleh Denmark sebagai “pendudukan dan agresi Rusia,”.
Hubungan dingin itu diperburuk dengan rencana Denmark untuk bergabung dengan perisai rudal pimpinan Amerika Serikat, serta tuduhan terang-terangan tindakan “hacking” Rusia kepada mereka.

