Boeing terus memetik panen besar dari pesawat P-8A Poseidon. Perusahaan berbasis di Amerika ini mendapatkan kontrak senilai US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp29,3 triliun untuk membangun 17 pesawat patroli maritim tersebut untuk Angkatan Laut AS, Angkatan Udara Australia, dan Angkatan Udara Inggris.
Kesepakatan itu termasuk pilihan untuk 32 pesawat tambahan. Secara keseluruhan, seluruh kontrak bisa bernilai US$ 6,8 miliar jika semua opsi tersebut dilaksanakan.
Dari 17 pesawat, 11 akan pergi ke Angkatan Laut AS, empat ke Australia, dan dua ke Inggris. Pesawat RAF adalah dua yang pertama dari sembilan pesawat yang akan dikirimkan pada tahun 2019.
Didasarkan pada Boeing 737-800 dengan sayap dari -900ER, P-8A dirancang untuk berbagai misi maritim, termasuk perang anti-kapal selam, peperangan anti-permukaan, dan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Flight Fleets Analyzer menunjukkan bahwa saat ini ada 68 P-8 dalam pelayanan. Angkatan Laut India mengoperasikan delapan P-8I, Angkatan Udara Australia memiliki dua P-8A, dan Angkatan Laut Amerika Serikat 58.

