Korea Selatan terus meningkatkan tekanan kepada Utara dengan menunjukkan kekuatan militernya. Selain menggelar latihan militer bersama Amerika dan Jepang, Seoul pada Selasa 4 April 2017 juga menggelar latihan artileri besar-besaran.
Latihan dilakukan dengan menembakkan secara masih sistem peluncuran roket yang disebut menanggapi provokasi dari Korea Utara.
“Melalui latihan saat ini, angkatan bersenjata kita menunjukkan kemampuan bertarung untuk menekan musuh dengan senjata di keadaan darurat, dan juga menegaskan kesiapan untuk segera memusnahkan [musuh] dalam upaya provokasi,” demikian pernyataan Angkatan Darat Korea Selatan seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Latihan kekuatan darat berlangsung di Kosong County, timur Provinsi Gangwon, yang merupakan perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Menurut laporan media, sistem peluncuran roket, serta rudal 130 milimeter, K-9 howitzer self-propelled, howitzer KH-179, sebuah pesawat pengintai tak berawak, dan radar terlibat dalam latihan. Sebuah frigat dan kapal tempur berkecepatan tinggi juga dikerahkan di laut.
Serangkaian latihan militer berlangsung di selatan semenanjung Korea. Pada hari Senin, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang mulai latihan angkatan laut bersama yang ditujukan untuk melawan kapal selam Korea Utara.
Sementara militer Korea dan Amerika juga terlibat dalam latihan Foal Eagle yang diikuti kelompok tempur kapal Induk Amerika dan pasukan elite Navy Seal Team Six dan Delta Force. Tim elite ini fokus pada skenario untuk menembus langsung pertahanan Pyongyang dan mengeksekusi Kim Jong un.

