Ketika seorang anggota militer Amerika tengah berada di Bandara Lagos Nigeria, tiba-tiba dia diserang dengan jarum suntik oleh seseorang. Personel militer inipun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mengantisipasi berbagia kemungkinan buruk.
Personel militer berpangkat Marsekal Udara tersebut saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Tidak diketahui pasti zat apa yang ada dalam jarum suntik yang digunakan dalam serangan ini. Hanya disebutkan bahwa tentara AS yang namanya tidak bisa dirilis ke publik itu, kini tengah dirawat di rumah sakit di Houston, AS.
Insiden ini semakin menambah kekhawatiran bahwa jarum suntik tersebut mengandung virus Ebola karena Nigeria merupakan salah satu negeri Afrika Barat, yang juga dilanda wabah virus mematikan tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (9/9/2014).
Biro Investigasi Federal (FBI) menuturkan, otoritas AS tengah melakukan sejumlah langkah pencegahan. Namun FBI menyatakan, indikasi awal menunjukkan bahwa korban tidak menunjukkan gejala terkena virus Ebola.
Korban juga dinilai tidak membahayakan orang lain yang ada di sekitarnya. “Terlepas dari segala macam peringatan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah melakukan pemeriksaan di lokasi terhadap korban, ketika pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 143 mendarat di Houston pada Senin (8/9) pagi,” demikian pernyataan FBI. “Korban tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut (Ebola-red) selama penerbangan dan kemudian segera dibawa ke rumah sakit begitu mendarat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada pemeriksaan yang mengindikasikan korban berbahaya untuk penumpang lain,” tandas FBI dalam pernyataannya.

