Belanda telah memberikan kontribusi pesawat tempur untuk pengawasan di daerah Baltik. Lima Lockheed Martin F-16 Fighting Falcon dari negara tersebut akan bergabung bersama pesawat dari Kanada, Jerman, dan Portugal.
Menurut NATO, RNLAF (Angkatan Udara Kerajaan Belanda) akan beroperasi dari Malbork di Polandia utara. Mereka akan menggantikan empat Rafale Angkatan Udara Perancis yang telah ditempatkan di sana pada rotasi sebelumnya. Sebelumnya, aliansi telah menyarankan bahwa Rafale ini mungkin digantikan oleh empat Royal Danish Air Force (RDAF) F-16 setelah tugas-tugas kepolisian udara mereka di Amari Pangkalan Udara di Estonia berakhir pada akhir Agustus.
Dengan kontribusi Belanda, saat ini Baltic Air Policing Mission terdiri dari enam F-16 Angkatan Udara Portugal, empat F / A-18 (CF-18 / CF-188) Hornet dari Royal Canadian Air Force (RCAF) yang terbang dari Pangkalan Siauliai di Lithuania, enam Eurofighter Typhoon Jerman yang berbasis di Pangkalan Amari, dan enam RNLAF F-16 di Polandia.
Rotasi saat ini akan terus berlanjut hingga tahun baru. NATO tidak mengungkapkan berapa lama Baltic Air Policing Mission akan digelar dan hanya mengatakan bahwa “Keputusan mengenai apakah akan melanjutkan dengan kehadiran kepolisian udara ditingkatkan di wilayah tersebut akan dilakukan pada waktunya”.


Comments are closed