
Ada tiga KRI yang dibuat di Inggris pertama KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359. Tiga kapal ini sebelum sempat akan dibeli Brunei Darussalam. Namun Brunei membatalkan pembelian karena kapal terlalu besar untuk negara sekecil Brunei. Akhirnya kapal ini ditawarkan ke Indonesia dan terjadi kesepakatan harga yang cukup murah. Beberapa waktu silam Menhan Purnomo Yusgiantoro sempat mengatakan deal harga US$ 385 juta itu merupakan 20 persen dari harga yang ditawarkan ke Brunei. (baca:KRI Bung Tomo Tiba di Indonesia)

KRI Bung Tomo-357 tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh hingga 9740 Nautical Mile dengan melintas dan transit di beberapa negara dengan membawa 87 ABK Perwira, Bintara dan Tamtama serta lima orang sipil warga negara asing sebagai teknisi kapal.
KRI Bung Tomo 357 merupakan kapal perang terbaru buatan inggris tipe fregat ringan atau multi role linght fregate (MRLF) yang mempunyai berat 2300 ton, panjang 95 meter, lebar 12,7 meter serta didukung dengan empat motor pendorong pokok COCAD (Combined Diesel And Diesel). Kapal ini mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

KRI Bung Tomo 357 juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm, dan torpedo anti kapal selam. Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman, baik dari atas air, bawah air maupun udara.

