Perang Dunia I dan II telah menjadi alasan munculnya perkembangan senjata dengan sangat cepat. Berbagai jenis senjata lahir di era ini. Sebagian gagal, sebagian lagi menjadi platform yang sangat brutal dan ditakuti oleh lawan-lawannya.
Salah satu jenis yang lahir di era ini adalah berbagai kendaraan perang. Wajar, perang membutuhkan mobilisasi pasukan yang akan membawa kekuatan ke manapun. Bahkan mereka akan menggunakan apapun untuk bisa segera mencapai tujuan.
Ketika era Perang Dunia I dan II, mobilitas pasukan juga menjadi kunci penting perang. Masalahnya, teknologi kala itu masih begitu lemah hingga banyak kendaraan yang justru sangat membahayakan bagi pasukan yang dibawa. Dan inilah enam kendaraan militer paling mengerikan karena sangat berbahaya bagi penggunanya dalam era tersebut.
Kapal Selam Diesel
Meskipun kapal selam ini jauh lebih tenang ketika menyelam dibandingkan kapal selam nuklir yang canggih tetapi kapal selam diesel juga penuh dengan bahaya.
Baterai bisa terbakar dan mengakibatkan kru sesak napas atau bahkan meledak dan menenggelamkan kapal. Kru kapal selam juga harus takut dengan senjata mereka sendiri. Torpedo kadang akan membuat jalur melingkar dan akhirnya justru menghantam kapal mereka sendiri.
Tank M4 Sherman
Cacat desain sejak awal menjadi masalah dari kendaraan ini. Salah satunya dalam ruang penyimpanan amunisi di menara tank. Hal ini membuat kendaraan militer ini rentan terhadap ledakan besar ketika ada tembakan kecil.
Meski kemudian kekurangan ini bisa diperbaiki, mereka kemudian harus berhadapan dengan tank Axis yang memiliki senjata jauh lebih kuat dan armor yang lebih tebal dari M4.
Awak tank terpaksa membawa karung pasir di dalam kendaraan mereka dan mengelas baja tambahan atau menaruh ban kendaraan tua ke luar. Akibatnya dari 3 Divisi Lapis Baja yang dikerahkan 1.348 hancur selama perang.
Pesawat Induk
Dua kendaraan jenis ini dibangun yakni USS Akron dan USS Macon. Akron diperkenalkan ke armada pada akhir tahun 1931 dan mengalami kecelakaan fatal pada tahun 1932 dan 1933. Kecelakaan pertama terjadi ketika pesawat berusaha merapat di California. Tiga awak di darat tewas dan satu terluka. Pada tahun 1933, kecelakaan di laut mengakibatkan 73 dari 76 anggota kru meninggal.
Salah satu korban, Letnan Cmdr. Herbert Wiley, kemudian mengambil komando USS Macon. Badai lain di laut pada tahun 1934 membuat Macon jatuh. Namun karena penambahan jaket dan peluncuran kapal penyelamat, hanya dua anggota awak tewas. Total ada tiga kecelakaan fatal yang melibatkan airships, serta beberapa kecelakaan lainnya, yang disebabkan rumit dan sulitnya menyeimbangkan kapal.


