Sebuah serangan udara di barat laut Suriah pada Minggu 7 Agustus 2016 kembali menghantam sebuah rumah sakit dan menyebabkan 10 orang meninggal termasuk anak-anak.
Lembaga pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah mengatakan rumah sakit itu terletak di kota Meles sekitar 15 km dari kota Idlib yang merupakan kantong pemberontak di provinsi yang sama.
“Pemerintah Suriah dan pasukan militer sekutunya, Rusia melancarkan operasi udara tetapi tidak diketahui pesawat siapa yang mengenai rumah sakit,” kata lembaga tersebut. Bisa diduga seperti yang sudah-sudah tidak pernah ada pihak yang berani secara jantan bertanggungjawab atas serangan keji ini. Biasanya mereka mengaku serangan mereka tidak salah sasaran dan menggunakan presisi tinggi.
Kelompok kemanusian berulang kali menyerukan agar serangan udara dihentikan di fasilitas-fasilitas kesehatan. Sementara itu kelompok oposisi Suriah mengatakan pasukan pemerintah dan Rusia sengaja membidik ke bangunan-bangunan tempat pelayanan kesehatan.
Badan amal bidang kesehatan Suriah dan Amerika (SAMS) mengatakan bahwa bulan Juli merupakan waktu yang sangat buruk atas kejadian serangkaian serangan pada pusat-pusat pelayanan kesehatan sejak konflik Suriah yang sudah berlangsung selama lima tahun.
“Terdapat 43 serangan pada fasilitas pelayanan kesehatan di Suriah selama bulan Juli, atau lebih dari satu serangan dalam sehari,” demikian pernyataan SAMS.
Pemerintah Suriah juga menuding kaum pemberontak melakukan serangan pada fasilitas kesehatan di kota Aleppo.
Pada hari yang sama Angkatan Udara Suriah meningkatkan serangan terhadap gerilyawan di Provinsi Aleppo, Suriah Utara, dan memutus semua jalur yang bisa dibuka gerilyawan menuju Kota Aleppo, demikian laporan stasiun TV nasional Suriah.
Serangan udara tersebut menghancurkan puluhan kendaraan bersama penumpang mereka di beberapa jalur yang bisa digunakan oleh gerilyawan untuk menerobos pengepungan pemerintah di bagian timur Aleppo.
Laporan tersebut mengatakan serangan udara itu mengucilkan lokasi pertempuran di sekitar perguruan tinggi militer di Aleppo Selatan, dan mendukung operasi darat antara militer Suriah melawan kelompok gerilyawan yang menyusup ke beberapa bagian pangkalan perguruan tinggir militer itu.
“Serangan udara tersebut melumpuhkan gerilyawan kelompok pelaku teror di sebelah barat-daya Aleppo, dan memutus semua jalur ke dalam kota tersebut,” kata stasiun TV itu, sebagaimana dikutip Xinhua.

