ISIS Afghanistan Pamerkan Senjata yang Direbut dari Amerika

ISIS Afghanistan Pamerkan Senjata yang Direbut dari Amerika

Kelompok yang terkait dengan ISIS menungggah foto menunjukkan persenjataan dan perlengkapan milik tentara Amerika Serikat, yang disebut direbut di Afghanistan timur.

Foto dikeluarkan pada Sabtu itu menunjukkan satu peluncur roket, radio, sejumlah granat dan perlengkapan lain milik tentara Amerika Serikat, yang biasanya tidak digunakan pasukan Afghanistan. Selain itu ISIS juga menunjukkan kartu pengenal milik seorang tentara Amerika Serikat, prajurit (SPC) Ryan Larson.

Komando militer Amerika Serikat menyangkal semua pernyataan bahwa tentara itu tertangkap, dengan mengatakan bahwa “dia telah diperiksa dan masih menjalankan tugas di satuannya”.

Pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan pertempuran bersama dengan pasukan Afghanistan dalam penyerangan baru terhadap pegaris keras, yang mengklaim terkait dengan ISIS  di Provinsi Nangarhar di perbatasan dengan Pakstan.

isis afghanistan 3

“SPC Larson adalah bagian dari satuan yang melaksanakan gerakan rekanan dengan pasukan Afghanistan,” kata juru bicara militer Amerika Serikat, Komandan Ron Flesvig, dalam pernyataan melalui surat elektronik sebagaimana dikutip MIlitary Times, Minggu 7 Agustus 2016.

“Tanda pengenal tentara itu dan sejumlah perlengkapan ditinggalkan setelahnya. Kehilangan tanda pengenal pribadi itu disayangkan”.

Pada Juli, para komandan Amerika Serikat mengataan bahwa setidaknya lima orang anggota pasukan khusus mengalami luka dalam pertempuran di provinsi tersebut.

Laman penyebar gambar itu memberikan spekulasi bahwa perlengkapan dan persenjataan itu ditinggalkan saat pertempuran, namun Flesvig mengatakan pejabat Amerika Serikat masih mencoba memastikan kapan dan bagaimana tepatnya perlengkapan itu hilang.

Pergerakan di Nangarhan itu dilaksanakan setelah Presiden Barack Obama memberikan izin terhadap pasukan Amerika untuk berperan lebih dalam memerangi militan di Afghanistan.

Selain menjalani gerakan khusus dan menjadi penasihat, pesawat Amerika Serikat mengerahkan setidak-tidaknya 545 senjata dalam enam bulan pertama tahun ini.