Australia Menunjukkan Tangannya ke China

Australia Menunjukkan Tangannya ke China

china selatan 7

Namun semua harapan pupus dua minggu lalu ketika gambar satelit menunjukkan bahwa China telah benar-benar ditempatkan sistem rudal canggih di salah satu pulau. Dua baterai dari delapan peluncur rudal dan sistem radar dikerahkan ke Pulau Woody dalam seminggu terakhir, bagian dari rantai Paracel yang juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Belum cukup, China juga mendorong beberapa jet tempur mereka ke daerah itu.

Sangat sedikit negara yang memiliki keberanian untuk berbicara menentang China. Dalam reaksi terhadap destabilisasi terbaru, hanya tiga negara yang tidak terlibat konflik yang berbicara menentang penyebaran rudal  China yakni Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Sisanya telah dibeli atau gentar dalam keheningan.

Keputusan Australia untuk memperkuat angkatan lautnya datang pada saat yang terutama penting karena perilaku semua negara di kawasan itu masih belum berbentuk.

Profesor Mohan Malik di sia-Pacific Centre for Security Studies Honolulu menunjukkan bahwa pemikir strategis China mengandalkan negara-negara kawasan melalui tiga fase dalam menanggapi ketegasan baru China.

Dia menunjukkan bahwa para analis China seperti Yan Xuetong, Shen Dingli dan Shi Yinhong percaya bahwa negara-negara regional akan segera meninggalkan perlawanan dan pindah ke kubu China, dan akhirnya akan ada rekonsiliasi dalam istilah China.

Dalam kampanye presiden AS memberikan dunia firasat sangat meresahkan ketika calon Presiden Trump mengatakan ini adalah momen kunci bagi kekuatan lain untuk menunjukkan komitmen terhadap aturan hukum daripada hukum rimba.

Australia, melalui kertas putih Turnbull, mengatakan angkatan laut yang dibangun memang tidak akan cukup besar untuk Australia guna memenangkan perang mandiri terhadap China. Tapi hal itu akan meningkatkan bobot Australia, menyulitkan rencana musuh, dan menandai Australia sebagai sekutu penting dalam pertahanan Asia-Pasifik.

Pada saat China semakin agresif maka setiap negara harus membuat pilihan sulit untuk memutuskan sikapnya. Sebagai gambaran ketika Uni Soviet menantang Eropa, Finlandia memilih untuk menyerahkan kedaulatannya ke Moskow sementara Inggris berdiri kukuh menentang. Dan arti penting dari pertahanan kertas putih terbarunya, Australia sepertinya memilih untuk tidak menjadi Finlandia lemah tapi menjadi Inggris tegas. Australia telah menunjukkan tangannya ke China.