Kevin Rudd mengatakan kepada Hillary Clinton pada tahun 2009 bahwa sementara yang mereka butuhkan adalah mengintegrasikan China ke masyarakat dunia, tetapi mereka juga perlu “mempersiapkan untuk menggunakan kekerasan jika semuanya berjalan salah”.
Percakapan ini dibocorkan oleh Wikileaks dan tidak pernah dibantah dan itu juga tergambar jelas pada white paper atau kertas putih pertahanan Australia pada saat itu. Australia dan AS telah menyepakati strategi klasik, bekerja menuju hasil terbaik di China sambil mempersiapkan yang terburuk. Dan Australia telah memutuskan membangun kekuatan utama angkatan laut.
Dan pemikiran ini jelas tergambar dalam rencana pemerintah Turnbull yang pekan lalu juga merilis white paper. Tak bisa dipungkiri kertas putih pertahanan itu adalah mengimplementasikan visi Rudd yang tidak pernah terwujud. Sebagai contoh, white Paper pemerintah Rudd berjanji untuk meningkatkan armada kapal selam mereka hingga dua kali lipat, tetapi Rudd tidak pernah diberi anggaran untuk melakukannya.
Rencana Rudd untuk membayar persenjataan didasarkan pada fantasi dalam bentuk program pemotongan biaya implausibly. Departemen Pertahanan seharusnya memotong US$ 20 miliar pada biaya lebih selama 10 tahun untuk membantu membayar selusin kapal selam dan 100 pesawat tempur.
Hal itu sangat tidak masuk akal. Bahkan ketika menteri pertahanan saat itu, Joel Fitzgibbon, minum-minum perpisahan dengan stafnya saat ia harus meninggalkan posnya karena harus diganti, dia bertanya pada mereka yang berkumpul: “Apakah ada yang berpikir mereka akan mendapatkan tabungan US$ 20 miliar? ” Kebanyakan dari mereka adalah pejabat departemen pertahanan akan tertawa terbahak-bahak.
Seperti ditulis Peter Hartcher international editor The Sydne Morning Herald Selasa 1 Maret 2016, saat Julia Gillard menggantikan Rudd, dia merobek-robek kertas putih itu. Pemerintahnya tidak melihat kebutuhan untuk membangun armada besar dan memotong pengeluaran pertahanan.
Partai Buruh menghabiskan enam tahun di kantor dan tidak memasukkan kapal baru untuk angkatan laut. Belanja Pertahanan sebagai semula 2 persen dari PDB turun menjadi 1,5 persen, terendah sejak sebelum Perang Dunia II.
Ketika kekuasaan jatuh ke Tony Abbott, dia berjanji untuk mengembalikan anggaran pertahanan ke tingkat 2 persen. Sekarang Malcolm Turnbull telah menyampaikan strategi pertahanan jangka panjang yang menggabungkan visi militer Rudd dengan dana yang dijanjikan Abbott.
Dan sekarang China yang Rudd khawatirkan tujuh tahun yang lalu telah terwujud di tahun-tahun sekarang ini. Beijing telah membangun angkatan laut modern dengan banyak kapal setingkat Armada Ketujuh AS. Belum lagi soal agresivitas China di Laut China Selatan dengan membangun pulau-pulau buatan di terumbu yang diklaim oleh empat negara lain, sementara mengulur-ulur selama satu dekade pada setiap kesepakatan dengan 10 negara ASEAN.
China telah membangun pelabuhan dan lapangan terbang di pulau-pulau dan juga mengerahkan kekuatan militer di tempat itu.
Banyak yang percaya ketika Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam sebuah konferensi pers dengan Presiden AS Barack Obama pada bulan September 2015 bahwa China tidak berniat untuk melakukan militerisasi di pulau yang disengketakan.

