Pemain Regional

Tapi ternyata bahwa prioritas mereka berbeda. Untuk Turki, ancaman utama adalah masalah Kurdi, yang mereka anggap jauh lebih berbahaya daripada ISIS. Sementara Arab Saudi ketakutan utamanya adalah bahwa ekspansi Syiah Iran bukan ancaman yang ditimbulkan oleh militan ISIS. Iran terlibat dalam permainan kompleks yakni melawan ISIS dan membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk tetap bertahan. Negara-negara lain di wilayah ini mati-matian berusaha mempertahankan kontrol atas situasi yang menjadi tujuan mereka, sehingga mereka harus melakukan manuver sepanjang waktu. Dan mereka tidak selalu melihat ISIS sebagai musuh utama mereka. Keadaan ini praktis keluar dari atusan sebuah koalisi. Tapi hal ini telah memunculkan prospek menyenangkan bagi para pemain eksternal. Semua orang menyadari dan mengakui bahwa ISIS tidak dapat dikalahkan tanpa operasi darat. Idealnya operasi darat harus dilakukan oleh pemain Timur Tengah, lebih-lebih karena negara-negara di wilayah ini selalu mengutuk “kolonialis” apapun. Namun, jika mereka yang melakukan maka yang yang terjadi tidak melawan terorisme tetapi melawan satu sama lain. Sehingga akan ada kebutuhan untuk keterlibatan militer yang lebih dalam dari Rusia, Amerika Serikat, Prancis dan lain-lain. Dan semua orang tahu risiko apa yang terkait dengan intervensi langsung di Timur Tengah.

