China disebut sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan personel militer dan pejabat pembangunan ekonomi ke lapangan terbang Bagram. Sebuah simbol paling menonjol dari kehadiran militer Amerika selama 20 tahun di Afghanistan.
Militer China saat ini sedang melakukan studi kelayakan tentang efek pengiriman pekerja, tentara, dan staf lain yang terkait dengan program investasi ekonomi asing yang dikenal sebagai Inisiatif Belt and Road Initiativ di tahun-tahun mendatang ke Bagram. Hal itu diungkapkan sumber yang diberi pengarahan tentang studi tersebut oleh Pejabat militer China dan berbicara kepada US News dengan syarat anonim.
China secara resmi tentu saja membantah kabar tersebut. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Selasa 7 September 2021 mengeluarkan penolakan yang dibuat dengan hati-hati atas rencana pengambilalihan lapangan udara militer yang berjarak kira-kira satu jam dari Kabul tersebut.
Pangkalan ini sendiri pertama kali didirikan oleh Soviet selama pendudukan mereka di Afghanistan dan telah menjadi tempat tersibuk di dunia bagi militer Amerika.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut:

