Menteri Pertahanan Yunani Nikos Panagiotopolos mengatakan Yunani siap melawan Turki dengan segala cara yang diperlukan. Hal ini disampaikan setelah menuduh Ankara menunjukkan perilaku yang semakin agresif.
Sebelumnya juga dilaporkan penasihat keamanan nasional untuk perdana menteri mengindikasikan bahwa Yunani sedang mempersiapkan semua kemungkinan termasuk keterlibatan militer melawan Turki.
Sebagaimana dilaporkan Sputnik 6 Juni 2020, komentar menteri pertahanan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan konferensi pers di Ankara dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya Perdana Menteri Fayez Al-Sarraj, dan mengumumkan bahwa Ankara dan Tripoli akan melanjutkan eksplorasi dan pengeboran minyak di wilayah maritim yang merupakan bagian dari area yang dikonflikkan dengan Yunani.
Awal pekan ini, Alexandros Diakopoulos, pensiunan wakil laksamana Angkatan Laut yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, mengatakan kepada wartawan bahwa Athena sedang mengimplementasikan rencana untuk menekan Ankara agar menghentikan kegiatan yang dinilainya ilegal. Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias menyebut upaya Turki untuk pengeboran di perairan Yunani sebagai sebuah provokasi.
Hubungan antara Yunani dan Turki telah buruk selama berabad-abad. Kedua wilayah ini juga terlibat perang antara 1919-1922 serta bentrok secara diplomatis atas Siprus, khususnya setelah invasi Turki ke pulau itu pada tahun 1974.
Meskipun keduanya adalah anggota NATO, angkatan laut dan udara kedua negara secara teratur telah bentrok di Laut Aegean secara teratur terkait batas wilayah yang disengketakan.

