Korea Utara diyakini sudah dapat menggunakan kembali situs uji coba nuklir Punggye-ri yang telah rusak setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan dilakukan restorasi.
Pada Mei tahun lalu, Korea Utara menghancurkan lokasi pengujian, yang mencakup empat terowongan, sebagai bentuk komitmennya terhadap denuklirisasi.
“Dua dari empat terowongan – terowongan No. 3 dan No. 4 – dapat digunakan lagi setelah perbaikan,” kata Kepala Joint Chiefs of Staff (JSF) Korea Selatan Jenderal Park Han-ki kepada anggota parlemen sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yonhap Rabu 8 Oktober 2019.
Seorang petugas tingkat JCS senior kemudian menambahkan bahwa tidak ada langkah restorasi yang terdeteksi.
Korea Utara menyatakan uji nuklir bisa saja dilakukan kembali dan tergantung sepenuhnya pada perundingan dengan Amerika Serikat.
“Apakah penangguhan uji coba nuklir dan ICBM kita akan berlanjut atau mereka akan dihidupkan kembali akan sepenuhnya tergantung sepenuhnya pada sikap Amerika,” kata perunding nuklir Korea Utara Kim Myong-gil.

