For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

SPAD XIII, Pesawat Sederhana Tetapi Sangat Membunuh

Di era awal penerbangan militer, inovasi teknologi bergerak dengan  cepat hingga pesawat yang dengan susah payah diciptakan suatu negara bisa segera usang hanya dalam waktu satu tahun. Insinyur di Prancis, Inggris, Jerman dan Italia bekerja terus-menerus untuk melampaui pesaing mereka, memproduksi pesawat baru setiap tahun untuk diterbangkan ke pertarungan.

Pengembangan taktik operasional membuntuti teknologi, meskipun taktik terbaik memainkan peran penting dalam menempatkan pesawat baru bersama-sama.

Dalam konteks ini, memilih sebuah pesawat tempur dari era ini sangat sulit. Namun demikian, SPAD  XIII  (S XIII) cukup menonjol dalam hal karakteristik pertempuran dan kemudahan produksi.

Dengan saran dari penerbang Prancis seperti Georges Guynemer, XIII tidak memiliki kemampuan manuver dari pesawat sezaman, tapi bisa melampaui kebanyakan dari mereka dan tampil sangat baik dalam mendaki atau menyelam.

Pesawat ini cukup sederhana untuk dibangun hingga hampir 8.500 pesawat masuk layanan.  Pesawat terbang pertama pada  ‎4 April 1917 dan langsung  S.XIII mengisi tidak hanya skuadron tempur Prancis, tetapi juga kekuatan udara negara Sekutu.  Pilot ace Amerika Eddie Rickenbacker  mencetak 20 membunuh dengan menerbangkan XIII dengan banyak pesawat Jerman yang paling canggih Fokker D.VII menjadi korbannya.

SPAD XIII membantu Sekutu selama Serangan Ludendorff, dan mengendalikan langit di atas Prancis pada kontra-ofensif. Setelah perang, pesawat tetap dalam pelayanan di Prancis, Amerika Serikat, dan selusin negara-negara lain selama beberapa tahun.  SPAD XIII juga menjadi standar pesawat yang dibangun pasca perang .

Facebook Comments