For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Jepang Jamin Tetap Beli Lebih Banyak Jet Tempur F-35

F-35B

Jepang menjamin kecelakaan F-35A yang terjadi baru-batu ini tidak akan menghentikan rencana mereka untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman tersebut. Pesawat ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan mempertahankan hubungan yang kuat dengan sekutunya, Amerika.

“Pada titik ini, kami tidak memiliki informasi spesifik yang akan mengarah pada perubahan dalam rencana pengadaan,” kata Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya kepada wartawan setelah pertemuan dengan penjabat Sekretaris Pertahanan Amerika Patrick Shanahan di Pentagon Jumat 19 April 2019.

Iwaya sebagaimana dilaporkan Nikei Asia Review mengatakan dia dan Shanahan membahas rencana Jepang untuk menggelar peralatan pertahanan Amerika, termasuk pembelian F-35.

Pemerintah Jepang memposisikan F-35 yang sebagian besar dikembangkan di Amerika sebagai tulang punggung angkatan udara, menggantikan F-4 dan F-15 yang sudah tua yang sulit diperbarui. Setelah pesanan awal 42 F-35A, tahun lalu kabinet menyetujui rencana untuk membeli 105 jet lagi, termasuk 42 F-35B, yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal dan dapat digunakan dari kapal perusak yang dikonversi Jepang menjadi kapal induk.

Pembelian tambahan datang dengan latar belakang seruan berulang Presiden Amerika Donald Trump agar Jepang membeli lebih banyak peralatan pertahanan Amerika untuk mengecilkan surplus perdagangannya. Trump secara pribadi berterima kasih kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe karena telah membeli begitu banyak F-35 ketika kedua pemimpin bertemu di Argentina November lalu.

Jepang sejauh ini telah menerima 13 F-35A, empat di antaranya dibangun di Amerika dan sisanya dirakit di Jepang dari komponen Amerika. Pemerintah berencana untuk membeli enam lagi tahun fiskal ini. Ke depan, Tokyo akan tetap mengimpor jet jadi, karena lebih hemat biaya.

Tetapi kecelakaan 9 April selama misi pelatihan sempat memunculkan spekulasi dapat menggagalkan rencana-rencana ini. Sedikit yang diketahui tentang kecelakaan itu karena Amerika dan Jepang menjelajahi Pasifik di lepas pantai timur laut Jepang untuk mencari puing-puing jet. Pilot, yang masih hilang, telah menyerukan misi untuk berakhir sebelum pesawatnya jatuh. Jika insiden itu ternyata disebabkan oleh cacat pada pesawat, Tokyo bisa menghadapi seruan untuk berhenti membelinya.

Menurut Departemen Pertahanan, lima dari 13 F-35As Jepang telah terlibat dalam tujuh pendaratan darurat. Dua insiden melibatkan kesalahan di pesawat yang  jatuh. Sementara jet-jet diperiksa setiap kali untuk memastikan bahwa mereka aman untuk terbang, kementerian memeriksa lagi untuk melihat apakah ada kaitan dengan kecelakaan itu.

Amerika belum mengungkapkan rincian teknologi canggih F-35 ke negara lain, dan ada kekhawatiran bahwa China atau Rusia bisa mendapatkan reruntuhan dan membuka beberapa rahasia, termasuk kemampuan jet untuk menembak jatuh rudal balistik. Ini adalah salah satu alasan mengapa Washington mengirim kapal pencarian di laut dalam ke lokasi kejadian untuk membantu menemukan reruntuhan.

Jika penyebab kecelakaan itu ternyata melibatkan informasi sensitif tentang pesawat itu, Amerika mungkin enggan membagikannya dengan sekutu terdekatnya, Jepang.

Facebook Comments