For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Iran Hadapi Ekonomi Terburuk dalam 40 Tahun Terakhir

Hassan Rouhani

Presiden Iran mengakui negaranya sedang menghadapi situasi ekonomi paling buruk selama 40 tahun dan Amerika disebut sebagai penyebab dari masalah tersebut.

Presiden Amerika Donald Trump tahun lalu mundur dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran dan kembali memberlakukan sanksinya terhadap Teheran.

Sejak itulah para pekerja termasuk sopir truk, petani dan pedagang, terkadang melancarkan sejumlah protes terhadap kesulitan ekonomi, yang kerap berujung pada bentrokan dengan pasukan keamanan.

“Hari ini negara sedang menghadapi tekanan dan sanksi ekonomi paling berat dalam kurun waktu 40 tahun,” kata Presiden Iran Hassan Rouhani Rabu 30 Januari 2019, menurut situs kepresidenan.

“Masalah kita hari ini berawal dari tekanan Amerika Serikat dan para pengikutnya. Pemerintah yang patuh dan sistem yang berdasarkan pada Islam seharusnya tidak disalahkan,” kata dia.

Rouhani menyampaikan hal tersebut saat upacara di kuil pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini – bagian dari serangkaian acara menjelang peringatan 40 tahun revolusi yang jatuh pada 11 Februari.

Nilai mata uang rial Iran berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan rakyat biasa sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Facebook Comments

error: Content is protected !!