6 Bulan Terjebak di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Pria Suriah Ini Akhirnya Pergi ke Kanada

Seorang pria Suriah terjebak di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) selama sekitar enam bulan. Hassan Al Kontar nama pria itu, awalnya bekerja di UAE hingga dia dideportasi pada tahun 2016 ketika perang pecah di Suriah dan izin kerjanya tidak dapat diperbarui.

Karena dia menolak mematuhi wajib militer, dia harus mencari suaka di negara lain tetapi ditolak masuk ke Kamboja, dan tidak diizinkan masuk Malaysia setelah dilarang terbang ke Ekuador. Dia pun harus hidup di lingkungan bandara, mirip dengan film The Terminal yang mengisahkan pelancong asal Eropa Timur yang diperankan Tom Hanks terjebak di Bandara JFK New York karena paspornya dicabut setelah kudeta di negara asalnya.

Kondisinya menjadi berita utama ketika ia mulai memposting video tentang dirinya yang tinggal di zona transit bandara Kuala Lumpur di Twitter.

Pada bulan Oktober, Hassan ditangkap karena berada di zona terlarang di bandara, dan ditempatkan di pusat penahanan.

Selama berbulan-bulan, Hassan tergantung pada kebaikan staf bandara dan maskapai penerbangan untuk mendapatkan makanan dan berbagai kebutuhan lain.

Nasib pria berusia 36 tahun itupun menarik perhatian orang-orang di seluruh dunia. Menurut sebuah laporan oleh BBC, sponsor Kanada – yaitu British Columbia Muslim Association dan Canada Caring Society – berusaha agar dia bisa terbang ke Kanada sebagai pengungsi.

Setelah cukup lama tidak terdengar, akhirnya pada Senin 26 November 2018  Hassan memposting video di Twitter dan kali ini dia telah berada di Bandara Internasional Taiwan. Dia kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir yakni Vancouver, Kanada  pada Selasa 27 November.

“Untuk saat ini, tidak penting di mana saya berada atau apa yang terjadi. Masa lalu tidak lagi bersama kita. Yang penting adalah hari ini dan besok; sekarang dan masa depan,” katanya dalam video tersebut.

Dia menambahkan bahwa delapan tahun terakhir telah menjadi perjalanan “keras dan panjang”, dengan sepuluh bulan terakhir “sangat keras dan dingin”.

Dia menyatakan terima kasih kepada “keluarga teman Kanada” nya, keluarganya, pengacaranya, dan pendukungnya.

“Saya tidak bisa melakukannya tanpa dukungan dan doa dari kalian semua. Terima kasih semua, saya mencintai kalian semua,” katanya.

Dia juga mendesak masyarakat untuk terus berdoa bagi mereka yang masih sangat membutuhkan di kamp-kamp pengungsi dan kamp-kamp tahanan di seluruh dunia.

Facebook Comments

error: Content is protected !!