For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Kembali Membuka Selat Kerch

Jembatan Selat Kerch yang diblokir Rusia dengan kapal tanker/Youtube

Rusia membuka kembali Selat Kerch di dekat Crimea untuk jalur pengiriman setelah sempat terjadi ketegangan ketika mmereka menembaki dan merebut tiga kapal angkatan laut Ukraina.

Dinas keamanan FSB Rusia mengatakan pada Senin pagi bahwa kapal patroli perbatasannya telah menyita dua kapal lapis baja kecil Ukraina dan sebuah perahu tunda setelah melepaskan tembakan ke arah mereka dan melukai beberapa pelaut. Ini adalah bentrokan paling serius antara Moskow dan Kiev dalam beberapa tahun.

Rusia sebelumnya telah memblokir Selat Kerch di dekat Crimea yang dianeksasi Rusia untuk menghentikan kapal-kapal yang melintas dari Laut Hitam ke Laut Azov. Penutupan dilakukan dengan memarkir sebuah kapal tanker di bawah jembatan.

Kiev, yang menolak kapal-kapalnya telah melakukan kesalahan, menuduh Rusia melakukan agresi militer dan meminta komunitas internasional untuk menghukum Rusia.

Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka mengharapkan Rusia untuk memulihkan kebebasan lewat selat Kerch dan mendesak kedua pihak untuk bertindak dengan menahan diri sepenuhnya untuk mengurangi situasi.

Menteri Luar Negeri Denmark Anders Samuelsen mengatakan di Twitter bahwa negaranya memberikan dukungan penuh kepada Ukraina. ¬†“Perkembangannya sangat mengganggu dan bisa meningkat,” katanya.

Sementara Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan negaranya juga mengutuk apa yang disebutnya agresi Rusia dan meminta Moskow untuk melepaskan kapal yang ditangkap.

Seorang saksi Reuters mengatakan tiga kapal angkatan laut Ukraina yang disita oleh Rusia ditahan di pelabuhan Kerch. Orang-orang berseragam angkatan laut terlihat di sekitar kapal, yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

FSB telah mengatakan Rusia telah membuka kasus pidana sehubungan dengan apa yang dikatakannya adalah masuknya kapal ilegal ke perairan teritorial Rusia. FSB mengatakan tiga pelaut Ukraina terluka dalam insiden itu dan mendapatkan perawatan medis. Hidup mereka tidak dalam bahaya.

Parlemen Ukraina akan mempertimbangkan proposal untuk memberlakukan darurat militer 60 hari kemudian setelah Presiden Ukraina Petro Poroshenko bertemu dengan pimpinan militer dan keamanannya pada Minggu malam.

Langkah itu mungkin tidak populer di beberapa tempat di Ukraina karena akan membatasi kebebasan sipil dan memberikan lembaga negara kekuasaan yang lebih besar menjelang pemilihan presiden tahun depan yang jajak pendapat menunjukkan Poroshenko akan kalah.

Rusia mencaplok Crimea pada tahun 2014 dan kemudian membangun jembatan  raksasa yang menghubungkannya dengan Rusia selatan yang melintasi Selat Kerch perairan sempit yang menghubungkan Laut Hitam ke Laut Azov, yang merupakan rumah bagi dua pelabuhan terpenting di Ukraina. Perjanjian bilateral memberi Rusia dan Ukraina hak untuk menggunakan Laut Azov.

Facebook Comments