For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Senapan Ini Jadi Simbol Perlawanan Pada Komunis

Perang, revolusi, atau pemberontakan selama Perang Dingin yang melibatkan Persemakmuran Inggris, negara-negara Eropa Barat atau sekutu mereka selalu melibatkan apa yang disebut Fabrique Nationale Fusil Automatique Léger (FN FAL). Tidak heran FAL kemudian dijuluki sebagai “the right arm of the free world” atau “Senjata pembebas dunia” dan menjadi simbol perjuangan melawan komunisme.

Dalam banyak hal, senjata ini adalah jawaban Barat kepada Kalashnikov, meskipun bilik untuk memecat lebih berat dengan putaran 7.62 x 51 mm NATO bukannya putaran menengah 7,62 x 39 mm milik AK-47.

Dibuat pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II, FN akhirnya menghasilkan 2 juta (Fusil Automatique Léger atau senapan tempur ringan otomatasi yang digunakan oleh militer lebih dari 90 negara.

FAL bahkan seperti telah menjadi senapan resmi sebagian besar negara anggota NATO. Senjata ini bahkan pernah dipertimbangkan untuk menjadi senapan tempur utama Amerika Serikat.

FAL ada di mana-mana. Misalnya, dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Ada kesalahapahamn umum bahwa senjata 9mm Uzi merupakan senjata pilihan bagi Pasukan Pertahanan Israel. Padahal sebenarnya tentara Israel lebih banyakmenggunakan FAL ibandingkan Uzi ketika menghadapi tentara Mesir, Yordania dan Suriah.

Senjata ini juga terlibat dalam Perang Falklands 1982. Tentara Argentina menggunakan versi full-auto dari FAL, sementara pasukan Inggris memiliki semi-otomatis L1A1 Self-Loading Rifle yang merupakan model dari FAL.

Bagaimana FAL bisa begitu sukses adalah cerita panjang yang menggabungkan realitas taktis yang muncul dari Perang Dunia II dan politik era Perang Dingin.

Temuan inovatif senapan serbu Sturmgewehr 44 meyakinkan sejumlah pihak termasuk desainer senjata bahwa era senapan tempur bolt-action telah mati. Kartrid ringan senapan serbu menjadi pilihan baru.

Hanya Amerika Serikat yang tetap menggunakan senapan tempur semi-otomatis kaliber berat yakni M1 Garand 30-06 karena dianggap Amerika masih cukup baik.

Kaliber memunculkan masalah. Sebagai senjata desainer di Eropa bermain-main dengan prototipe senapan baru. Inggris menguji FAL 7 mm (kaliber 0,280) dan menyukainya.

Di Amerika Serikat, Angkatan Darat ingin tetap dengan putaran kaliber 30 dan secara  tegas menyatakan bahwa tidak ada cartridge lain.

Next: Perang Peluru Washington-London

Facebook Comments