For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Argentina Tak Mampu Angkat Bangkai ARA San Juan dari Dasar Laut

ARA San Juan

Menteri pertahanan Argentina mengatakan pihaknya tidak memiliki sarana untuk mengangkat bangkai kapal selam ARA San Juan yang tenggelam dengan 44 awak dan ditemukan di dasar Atlantik.

ARA San Juan hilang 430 km  dari pantai Argentina pada 15 November 2017, dan ditemukan setahun kemudian. Para pejabat mengatakan kapal itu terletak 900m (2.950 kaki) di bawah permukaan.  Kerabat kru menuntut pemerintah agar mengangkat kapal tersebut.

Komandan Angkatan Laut Argentina Gabriel Attis mengkonfirmasi bahwa kapal selam itu meledak. Dia mengatakan lambung kapal benar-benar hancur ​​dan puing-puingnya tersebar di area seluas sekitar 70m (229 kaki).

Kapal karam itu ditemukan oleh perusahaan pencarian Amerika, Ocean Infinity, sebuah perusahaan swasta Amerika yang dapat memetakan dasar laut.

Yolanda Mendiola, ibu dari pelaut Leandro Cisneros, 28 yang hilang mengatakan keluarga para kru telah diajak bicara oleh angkatan laut untuk mempelajari rincian terbaru.

“Mereka menunjukkan pada kita foto-foto itu. Mereka mengatakan bahwa anak-anak kita ada di dalam. Kita semua hancur di sini,” kata Mendiola yang meminta pemerintah untuk memulihkan bangkai kapal tersebut.

“Kita akan menuntut agar presiden (Argentina) menemukan cara untuk membawa (mereka ) keluar, karena itu mungkin, perusahaan mengatakan demikian.”

Penemuan kapal selam sendiri terjadi sehari setelah kerabat berkumpul pada upacara setahun hilangnya kapal. Presiden Mauricio Macri yang hadir dalam acara tersebut berjanji untuk terus mencari kapal selam.

Seorang perwira angkatan laut Argentina yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan mengangkat kapal selam ke permukaan memang bukan hal yang tidak mungkin, tetapi itu adalah operasi yang sangat rumit dan sangat mahal.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan kapal selam itu meledak, dan keluarga korban menginginkan penyelidikan independen. “Kami telah menemukan mereka. Sekarang kita akan mencari kebenaran. Bagi kami ini adalah awal dari babak baru,” kata Jorge Villarreal, ayah satu awak.

Facebook Comments