For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Gunakan Sistem Milik Yunani, Israel Terus Berlatih Taklukkan S-300

Israel terus mengasah kemampuannya untuk melawan sistem pertahanan udara S-300. Senjata mematikan yang telah dikirimkan Rusia ke Suriah yang berpotensi membatasi jet-jet tempur mereka saat melakukan serangan ke tetangganya tersebut.

Angkatan Udara Israel dan Yunani menggelar latihan bersama selama 12 hari dan secara khusus digunakan skuadron jet tempur F-16I “Sufa” untuk berlatih menaklukkan S-300 yang dimiliki Yunani

Latihan yang digelar baru-baru ini disebut sebagai salah satu latihan jet tempur terbesar yang diselenggarakan oleh Angkatan Udara Israel di luar negeri pada 2018.

Jerusalem Post, melaporkan bahwa pasukan udara kedua negara mempraktikkan dogfights, pemboman darat berjalan serta terbang di lingkungan yang dijaga oleh sistem rudal permukaan ke udara canggih, dalam referensi yang jelas untuk menyebut S -300.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh akun Twitter, Rambo, yang selama ini dikenal aktif memantau militer dunia.

“Selama latihan udara baru-baru ini dengan Yunani, Angkatan Udara Israel  secara khusus dapat berlatih melawan sistem pertahanan rudal permukaan ke udara S-300,” tulis akun Twitter tersebut sebagaimana dikutip Sputnik Rabu 14 November 2018.

Pada awal November, surat kabar Suriah Al-Masdar News mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya di Damaskus yang mengatakan bahwa IAF belum melakukan operasi di Suriah sejak Rusia mengirim unit pertahanan udara S-300 kepada pasukan pemerintah Suriah. Sebaliknya laporan media Israel mengklaim serangan telah dilanjutkan.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman secara terbuka mengatakan negaranya tidak senang dengan pasokan S-300 ke Suriah tetapi itu tidak akan menghentikan operasi militernya di wilayah tersebut.

Yunani mendapatkan sistem rudal S-300 yang dibeli dari Siprus yang membeli sistem pertahanan ini dari Rusia pada pertengahan 1990-an.  Namun tentu saja S-300 yang dikirim ke Suriah lebih canggih dibandingkan dengan milik Yunani yang telah cukup tua. Tetapi setidaknya Israel bisa sedikit membaca berbagai celah yang bisa digunakan sebagai patokan untuk menghindari S-300 atau jika perlu menghancurkannya.

 

Facebook Comments