For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Spanyol Ingin Tukar Guling A-400 dengan T-50 Korea Selatan

Airbus

Korea Selatan dan Spanyol akan membahas sejumlah kerjasama industri pertahanan. Salah satu usulan yang cukup menarik adalah bertukar pesawat yang dibangun oleh masing-masing negara.

Berbagai masalah akan dibahas dalam pertemuan komite gabungan kedua negara mengenai kerja sama industri pertahanan yang akan digelar di Madrid, Spanyol pekan ini.

Mengutip sumber, Kantor Berita Yonhap melaporkan di antara item-item agenda adalah tawaran Spanyol untuk menukar pesawat angkut Airbus A400M milik mereka dengan jet latih T-50 Golden Eagle dan KT-1 Woongbi yang diproduksi oleh Korea Aerospace Industries (KAI).

Spanyol menyampaikan proposal itu kepada pejabat Defense Acquisition Program Administration (DAPA) selama Farnborough International Airshow di Inggris pada bulan Juli.

Spanyol memiliki kontrak untuk membeli 27 pesawat A400M dengan 14 pesawat pertama yang akan dikirimkan pada 2022. Sisanya akan dikirim dari 2025 tetapi berusaha untuk menjualnya.

“Spanyol ingin menyerahkan empat hingga enam pesawat ini ke Korea Selatan dengan imbalan sekitar 20 T-50 dan 30 KT-1,” tambah sumber itu.

Jika kesepakatan tercapai, itu akan menandai ekspor perdana pesawat Korea Selatan ke negara Eropa. Langkah ini juga akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk KAI, yang baru-baru ini mengalami kekalahan dalam persaingan merebut kontrak jet pelatih Angkatan Udara Amerika.

T-50

Korea Selatan memiliki armada pesawat kargo C-130 Hercules, yang masing-masing dapat terbang lebih dari 5.200 kilometer dengan muatan maksimum 74.393 kilogram.  Sementara A-400M dapat menampung 141.000 kg dengan jangkauan sekitar 8.700 km.

Angkatan Udara Korea Selatan mengatakan mereka membutuhkan pesawat angkut yang lebih besar untuk operasi bantuan bencana dan pemeliharaan perdamaian yang lebih efisien.

Baru-baru ini, mereka mengirim C-130 ke wilayah Indonesia yang hancur oleh gempa bumi dan tsunami yang kuat, dan menggunakannya untuk mengangkut ratusan wisatawan Korea Selatan yang menjadi korban topan Saipan.

Facebook Comments