For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bertabrakan dengan Tanker, Inilah Kemampuan Frigate Kelas Fridjof Nansen Norwegia

KMN Helge Ingstad sebelum tenggelam

Frigatee Angkatan Laut Norwegia, KMN Helge Ingstad yang bertabrakan dengan kapal tanker dan rusak parah adalah satu satu dari firgate Kelas Fridtjof Nansen. Bagaimana sejarah dan kemampuan kapal perang yang cukup canggih ini?

Norwegia telah membangun lima kapal kelas ini dengan KMN Helge Ingstad adalah kapal ketiga. Frigate dibangun dengan didasarkan pada kelas Alvaro de Bazan Spanyol untuk menggantikan frigate kelas Oslo yang menua.

Sebanyak lima kapal dibangun di Spanyol oleh galangan kapal Bazan untuk Angkatan Laut Norwegia. Semua frigate ini dinamai berdasarkan penjelajah Norwegia yang terkenal. Kapal perang pertama ditugaskan pada tahun 2006 dan membentuk inti Angkatan Laut Norwegia.

Frigate ini awalnya direncanakan untuk difokuskan pada peperangan anti-kapal selam seperti kelas Oslo sebelumnya. Namun akhirnya frigate kelas Fridtjof Nansen menjadi kapal perang multi-peran, yang memiliki kemampuan anti-kapal selam, anti-kapal permukaan, serangan darat, dan pertahanan udara.

Sejumlah fitur desain digabungkan untuk mengurangi penampang radar frigate ini. Namun kapal kelas Fridtjof Nansen bukanlah kapal siluman yang sebenarnya.

Frigate Norwegia ini memiliki senjata dan sensor yang cukup canggih. Dia menggunakan fitur radar Lockheed Martin Naval Electronics AN / SPY-1F AEGIS. Ini adalah versi yang lebih kecil dan kurang mampu dari radar AN / SPY-1D, yang digunakan pada frigate kelas Alvaro de Bazan Spanyol, perusak kelas Arleigh Burke Amerika, dan beberapa kapal perang lainnya.

Radar multi-function phased array dapat mendeteksi target udara pada kisaran sekitar 160 km dan melacak ratusan target secara bersamaan. Sistem ini mengendalikan deteksi dan keterlibatan ancaman udara, permukaan dan bawah laut yang tidak bersahabat.

Ada 8-cell Mk.41 Vertical Launch Systems (VLS) untuk RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missiles (ESSM). Rudal pertahanan udara ini memiliki jangkauan 50 km. VLS ini memiliki 32 rudal. VLS  kedua dapat dipasang untuk kapasitas total 64 rudal. Namun, kapal perang Norwegia ini tidak membawa rudal permukaan ke udara jarak jauh.

Kemampuan anti-kapal dan serangan darat disediakan oleh delapan Kongsberg Naval Strike Missles (NSMs). Rudal jelajah ini memiliki jangkauan lebih dari 185 km dan membawa hulu ledak 125 kg.

Ada satu laras OTO Melara 76-mm Super Rapid yang dapat melibatkan target permukaan dan udara. Kelas Fridtjof Nansen dapat dilengkapi dengan senapan Otobreda 127 mm yang lebih kuat, sebagai pengganti senapan 76 mm.

Kapal-kapal Norwegia ini memiliki sonar yang terpasang di lambung, serta sonar yang diderek untuk mendeteksi kapal selam bermusuhan. Ada dua tabung torpedo 324 mm untuk torpedo Sting Ray, yang menyediakan kemampuan anti-kapal selam.

Sebagaimana ditulis Military Today, frigate kelas Fridtjof Nansen dapat mengakomodasi satu helikopter NH 90, yang digunakan untuk peran anti-kapal selam dan anti-kapal jarak jauh. Angkatan Laut Norwegia memerintahkan 6 helikopter ini untuk beroperasi di frigate mereka.

Kapal perang Norwegia ini memiliki propulsi gabungan diesel dan gas atau Combined Diesel and Gas (CODAG). Menggunakan dua mesin diesel Bazan Bravo 12V yang masing-masing mengembangkan 6 000 shp yang digunakan untuk pelayaran ekonomis.

Selain itu ada juga turbin gas General Electric LM2500, yang memiliki kekuatan 25 700 shp untuk pelayaran berkecepatan tinggi. Kecepatan maksimum kelas Fridtjof Nansen setidaknya 26 knot (48 km / jam). Jaraknya adalah 8 300 km (4 500 mil laut) dengan 16 knot (30 km / jam).

Frigatee kelas Fridtjof Nansen dioperasikan oleh awak 120 orang dan juga dapat menampung 26 penumpang.

Facebook Comments