For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Komprehensif dan Efektif, Turki Bersiap Gempur Kurdi Suriah

Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya telah menyelesaikan rencana untuk menggelar operasi secara komprehensif dan efektif untuk menargetkan milisi Kurdi yang didukung Amerika di timur Sungai Eufrat, Suriah. Sebuah  sebuah langkah yang dapat lebih meningkatkan ketegangan di daerah tersebut di mana pasukan koalisi pimpinan Amerika ditempatkan.

Ucapan  Erdogan datang beberapa hari setelah militer Turki menyerang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah, atau YPG dan peringatan berulang untuk memperluas operasi Ankara ke Suriah timur laut.

Pasukan Turki telah memaksa pasukan Kurdi Suriah mundur dari barat Sungai Eufrat dalam dua operasi lintas batas, pada tahun 2016 dan 2018. Ankara menganggap milisi sebagai ancaman teror dan perpanjangan kelompok yang melancarkan pemberontakan di Turki.

“Segera, kami akan turun dengan kekuatan yang lebih komprehensif dan efektif,” kata Erdogan Selasa 30 Oktober 2018. Dia memang telah lama berjanji untuk membersihkan semua wilayah di Suriah utara dari milisi.

Kantor berita resmi Anadolu mengatakan serangan artileri Turki Minggu 28 Oktober 2018 menghantam posisi Kurdi dan posisi di sebuah bukit di desa Zor Moghar, di provinsi Aleppo utara.

Dukungan Amerika untuk pasukan pimpinan Kurdi untuk memerangi militan ISIS telah membuat Turki marah. Washington dan Ankara telah setuju  untuk sebuah kesepakatan yang akan secara efektif mendorong milisi Kurdi keluar dari kota utama Suriah utara hingga menghilangkan ketegangan antara dua anggota NATO tersebut.

Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan Amerika dan Turki bersama-sama akan berpatroli di Manbij, yang terletak di sebelah barat Euphrates. Menteri pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengatakan dalam komentar yang disampaikan oleh Anadolu bahwa pelatihan telah selesai dan patroli akan dimulai dalam waktu dekat. Setelah Manbij, “titik kerja, lapangan” Turki akan menjadi wilayah timur Sungai Eufrat, katanya.

Tidak jelas bagaimana potensi serangan Turki di timur Eufrat akan mempengaruhi pasukan Amerika yang beroperasi dengan para pejuang Kurdi di sana.

 

Facebook Comments