Trump Diduga Bantu Lobi Jepang Beri Izin Maestro Judi Buka Kasino

Selama pertemuan bulan Februari dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Washington, DC, Presiden Amerika Donald Trump diduga melobi atas nama pemilik kasiono Las Vegas Sands, Sheldon Adelson yang berkontribusi setidaknya US$ 20 juta untuk kampanye kepresidenan Trump. Adelson dikenal sebagai pengusaha maestro perjudian di Amerika.

Menurut laporan ProPublica hari Rabu 10 Oktober 2018 mengutip sumber tanpa nama, Adelson makan malam di Gedung Putih bersama Trump, menantu laki-laki Trump dan penasihat senior Jared Kushner dan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson pada 9 Februari.

Suatu hari kemudian, Adelson, bersama dengan sekelompok kecil CEO, sarapan bersama Abe, di mana mereka membahas lisensi kasino di Jepang. Kemudian pada hari itu, Trump dan Abe bertemu di Washington, DC, di mana mereka terbang bersama ke Mar-a-Lago dengan Air Force One.

Pada akhir pekan itu (11 hingga 12 Februari), Trump dilaporkan memberi tahu Abe bahwa dia harus mempertimbangkan tawaran kasino oleh Adelson dan Steve Wynn, taipan kasino dan donatur lain Trump.

“Meskipun ada waktu yang tepat bagi presiden untuk mempromosikan kepentingan bisnis, itu harus untuk kepentingan rakyat Amerika, bukan hubungan pribadinya,” kata Jordan Libowitz dari kelompok pengawas Citizens for Responsibility and Ethics di Washington mengatakan kepada Vox Rabu.

“Presiden Trump mengaburkan garis antara pemerintahan dan kepentingan pribadinya, menimbulkan keraguan pada kegiatan ini,” tambah Libowitz.

Jepang melegalkan perjudian kasino pada bulan Juli, namun hanya mengizinkan pembangunan tiga kasino untuk sementara waktu. Dengan industri kasino di Jepang diperkirakan bernilai sekitar US$ 25 miliar per tahun. Menurut beberapa laporan, perusahaan kasino Amerika, seperti Adelson, putus asa untuk mendapatkan izin membuka usahanya di sana.

Menurut ProPublica, Abe dan timnya terkejut oleh pernyataan Trump mengenai tawaran kasino. “Itu benar-benar mengejutkan,” salah satu sumber ProPublica mengklaim. “Mereka sedikit ragu bahwa dia akan begitu kurang ajar.”

Setelah Trump memberi tahu Abe, dia harus mempertimbangkan untuk memberikan lisensi Las Vegas Sands, “Abe tidak benar-benar menanggapi, dan mengatakan terima kasih atas informasinya,” sumber itu menambahkan.

Sheila Smith, seorang ahli Jepang di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan kepada Vox bahwa tidak biasa bagi seorang presiden Amerika untuk mengadvokasi bisnis Amerika di Jepang.

“Presiden [George H.W.] Bush terkenal mengambil sekelompok mobil ke Jepang, dan industri lainnya juga menjadi fokus perhatian dalam negosiasi perdagangan,” kata Smith kepada Vox. Namun, “tidak biasa bagi seorang presiden untuk mewakili kepentingan satu perusahaan, terutama dalam bisnis yang sangat kontroversial di Jepang,” tambahnya.

 

Facebook Comments