For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Lawan Ancaman Rusia, Inggris Kirim Pasukan ke Kutub Utara

Inggris akan mengirim 800 pasukan ke Arktik atau Kutub Utara untuk melawan ancaman dari Rusia yang semakin memperkuat posisinya di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson menjelang konferensi tahunan partainya Senin 1 Oktober 2018 mengatakan bahwa komando Angkatan Laut dan Angkatan Darat Kerajaan Inggris akan dikerahkan ke Norwegia setiap musim dingin untuk dekade berikutnya.

Mereka akan bekerja sama dengan pasukan Norwegia dan marinir Amerika serta Belanda untuk melawan pembukaan kembali pangkalan era Soviet di Arktik oleh Rusia  di tengah klaim internasional untuk wilayah tersebut.

Inggris mengatakan aktivitas kapal selam Rusia di Atlantik Utara telah mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak Perang Dingin.

“Ketika es mencair dan rute pelayaran baru muncul, signifikansi wilayah utara dan Arktik yang tinggi meningkat, ” Williamson mengatakan kepada para delegasi di kota Birmingham, Inggris sebagaimana dilaporkan News Week.

“Rusia, dengan lebih banyak kapal selam yang beroperasi di bawah es dan ambisi untuk membangun lebih dari 100 fasilitas di Arktik telah meningkatkan klaim dan militerisasi kawasan tersebut. Kita harus siap untuk menghadapi semua ancaman saat mereka muncul,” katanya.

Menteri pertahanan Inggris juga mengatakan 2.000 orang akan dilatih untuk melindungi jaringan internet dari serangan cyber. Dia juga mengatakan bahwa kapal kapal amfibi HMS Bulwark dan HMS Albion akan tetap beroperasi, setelah kekhawatiran bahwa mereka mungkin dihapus karena pemotongan anggaran.

Sebuah laporan oleh subkomite pertahanan pemerintah memperingatkan Rusia tengah berusaha memperluas pengaruhnya. Dalam laporan berjudul “On Thin Ice: UK Defence in the Arctic,”subkomite memperingatkan bahwa Inggris harus waspada tentang niat Moskow di wilayah tersebut.

“Rusia telah menunjukkan dirinya siap  menggunakan kekuatan militer untuk mengamankan keuntungan politik dan operasi di Arktik,” katanya.

Pada bulan Juli 2007, sebuah tim ilmuwan Rusia menanam bendera Rusia di dasar laut Kutub Utara, dalam sebuah gerakan yang dilihat oleh banyak orang sebagai contoh ekspansi Rusia.

Namun Moskow menolak klaim bahwa strategi mereka di Arktik agresif, dan mengatakan justru NATO yang membangun pasukannya di wilayah tersebut.

Di Norwegia, anggota aliansi akan mengambil bagian dalam latihan militer bulan ini. Latihan dengan sandi Trident Juncture 18 tersebut akan menjadi yang terbesar sejak 2015.

Facebook Comments