For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

MiG-31 Istimewa Ini Tertangkap Kamera Membawa Rudal Misterius

Sebuah MiG-31 Foxhound tertangkap membawa sebuah rudal misterius saat terbang dari Bandara Zhukovsky di luar Moskow 14 September 2018.

Foto yang diambil fotografer penerbangan ShipSash itu menunjukkan pesawat membawa rudal berukuran besar berwarna hitam di bawah pesawat. Dari bentuknya, ini bukan Kinzal, rudal hipersonik yang telah diuji tembak dari interceptor tercepat di dunia tersebut.

Untuk diketahui Zhukovsky adalah basis pengujian utama untuk persenjataan udara Rusia. Ini mirip dengan Pangkalan Angkatan Udara Edwards di Amerika Serikat, meskipun Zhukovsky kini memiliki terminal penerbangan komersial juga.

Lembaga ini mengoperasikan berbagai macam pesawat untuk keperluan pengujian, dari pesawat transportasi Tu-154 hingga MiG-29. Salah satu dari pesawat ini adalah varian unik MiG-31, seperti yang terlihat membawa rudal besar tersebut.

Pesawat dengan nomor 81 dan berwarna biru di sisinya tersebut  ini mulai muncul sekitar setahun yang lalu. A Ini adalah Foxhound  istimewa. Sekilas pesawat ini tampak seperti MiG-31BM biasa yang ditingkatkan dari MiG-31. MiG-31BM mudah dibedakan dengan periscope fairing pada kanopi kokpit, serta blade aerial besar di sisi bawah pesawat, dekat dengan roda pendaratan depan.  MiG-31BM juga memiliki tiang pancang rudal profil rendah di sayap, yang dimaksudkan untuk membawa rudal R-73 dan R-77.

Namun, 81 Biru ini segera menjadi misteri karena memiliki fitur eksternal yang tidak ada pada MiG-31BM standar. Pesawat sama sekali tidak memiliki tiang rudal dan tidak menampilkan large blade. Memang,  pesawat memiliki fairing periskop, yang menunjukkan dia mirip dengan MiG-31BM standar.

Rudal yang dibawa pesawat ini masih memunculkan tanda tanya. Ada kemungkinan bahwa  itu adalah  rudal balistik yang diluncurkan udara seperti Kinzhal. Tetapi bentuknya berbeda dengan Kinzhal karena tidak memiliki sayap rudal di bagian belakang.

Ada juga kemungkinan bahwa sistem ini adalah rudal balistik anti-kapal, yang memiliki keunggulan taktik dan strategis yang besar. China sedang mengembangkan versi DF-21D sebagai bagian dari strategi anti-akses  yang bertujuan melawan kelompok tempur kapal induk lawan.

Kinzhal sudah seharusnya memiliki kemampuan itu atau dijadwalkan untuk mendapatkannya suatu saat nanti. Mengembangkan senjata yang benar-benar terpisah untuk peran itu saja tampaknya sia-sia ketika sistem yang ada dapat disesuaikan untuk itu.

MiG-31 dengan rudal Kinzhal atau Dagger/ Izvestia

Terbuka juga kemungkinan bahwa yang dibawa tersebut adalah senjata antisatelit. Menurut informasi tidak resmi, Mikoyan OKB telah mengerjakan dua versi MiG-31 yang dikenal secara internal sebagai ‘artikel 06’ dan ‘artikel 08’.

Arikel 08 diduga sebagai pembawa rudal Kinzhal yang sudah dikenal, dengan artikel 06 adalah versi baru dari pencegat dengan tujuan berbeda  seperti berpotensi membawa senjata anti-satelit atau sistem peluncuran ruang angkasa.

Pesawat ini akan menampilkan sistem navigasi inersia baru, radar, peperangan  elektronik, dan titik-titik suspensi di bawah pesawat telah dikerjakan ulang untuk bisa membawa roket berat.

Ini bukan pertama kalinya MiG-31 digunakan dalam proyek anti-satelit. Lebih dari 30 tahun yang lalu, pada Januari 1987, MiG-31D (“artikel 07”), yang merupakan pembawa rudal anti-satelit 79M6, melakukan penerbangan pertamanya.

Pesawat dan rudal adalah elemen dari sistem senjata anti-satelit 30P6 ‘Kontakt’. Roket itu dikembangkan oleh KB Vympel.  Proyek ini sebagian besar merupakan tanggapan terhadap sistem rudal anti-satelit Amerika ASM-135. Senjata ini diluncurkan F-15 yang dimodifikasi dan disebut Celestial Eagle. Senjata itu berhasil diuji pada tahun 1985.

 

Facebook Comments