For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Tak Hanya Israel, Turki Juga akan Kelabakan dengan Kedatangan S-300 Suriah

Pengiriman sistem pertahanan udara S-300 oleh Rusia ke tentara Suriah tidak hanya akan merusak misi Israel, tetapi juga kepentingan Turki.

“Pengiriman Rusia ke Suriah dari sistem S-300 akan membuat serangan di wilayah Suriah merupakan latihan yang sangat mahal untuk Israel, senjata ini akan memperkuat posisi Iran dan kelompok pro-Iran, Hizbullah, yang fasilitasnya di Suriah menjadi sasaran serangan Israel,” kata pakar dari lembaga think tank Al-Mustaqbal yang berbasis di UAE, Dr. Shadi Abdel Wahhab.

‚ÄúTetapi Turki akan menjadi pecundang lain. Jika operasi militer di Idlib di timur laut Suriah dilanjutkan, serangan pesawat Amerika terhadap tentara Suriah juga akan terhalang jika memiliki sistem S-300,” kata Abdel Wahhab dikutip Sputnik.

Lepas dari hubungan baik Turki dan Rusia, hubungan antara Ankara dan Damaskus tetaplah panas hingga sangat memungkinkan Suriah menggunakan S-300 untuk menyerang jet tempur Turki.

Menurutnya, sistem S-300 Suriah menimbulkan ancaman bagi semua negara yang akan mengebom wilayahnya, dan ini berlaku tidak hanya untuk Israel, tetapi juga untuk Amerika Serikat, serta negara-negara lain yang merupakan bagian dari koalisi .

Pada saat yang sama, Abdel Wahhab yakin Israel akan terus membujuk Rusia untuk membatalkan rencana tersebut dan akan mencoba memberikan jaminan tidak berulangnya insiden serupa dengan apa yang terjadi pada Il-20 Rusia. Israel sangat tidak suka dengan S-300 karena karena sistem ini akan memungkinkan Damaskus mengontrol seluruh wilayah udara Israel.

 

Sebelumnya pada hari Senin, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan prajurit Rusia dalam menanggapi jatuhnya pesawat militer Il-20 Rusia, yang diyakini akibat tindakan Israel.

Shoigu menjelaskan Rusia akan melengkapi pos komando pasukan pertahanan udara Suriah dengan sistem kontrol otomatis, yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Rusia,  jamming satelit, radar on-board dan sistem komunikasi penerbangan tempur yang menyerang target Suriah dan yang paling penting, pasokan S-300 sistem pertahanan udara ke Suriah dalam waktu dua minggu.

Menteri Pertahanan Rusia mencatat bahwa pada tahun 2013, Rusia menghentikan pasokan S-300 ke Suriah atas permintaan Israel, tetapi sekarang situasinya telah berubah, dan itu bukan kesalahan Rusia.

Sebelumnya penasihat keamanan Gedung Putih John Bolton juga mengingatkan agar Rusia tidak mengirimkan senjata tersebut ke Suriah. Menurutnya, tindakan itu sebagia kesalahan besar yang akan menjadi ekskalasi besar yang akan menciptakan situasi berbahaya.

Facebook Comments