Angkatan Darat Amerika Beli Amunisi Kaliber Menengah Rp28 Triliun

Angkatan Darat Amerika Beli Amunisi Kaliber Menengah Rp28 Triliun

Angkatan Darat Amerika berencana untuk menghabiskan uang sebesar US$ 1,8 miliar atau hampir Rp28 triliun untuk membeli amunisi kaliber menengah yang akan digunakan untuk kendaraan  dan helikopter tempur mereka

Pentagon dalam pengumumannya 6 September 2018 menyebutkan bahwa Alliant Techsystems Operations LLC (Orbital ATK) dan General Dynamics Ordnance dan Tactical Systems akan menerima kontrak tersebut.

Dua perusahaan akan bersaing untuk setiap pesanan dengan harga tetap untuk pengadaan amunisi berkaliber 20mm, 25mm, 30x113mm, dan 30x173mm.

Lokasi kerja dan pendanaan akan ditentukan di setiap pesanan, dengan perkiraan tanggal penyelesaian 5 September 2023.

Amunisi ini mencakup kaliber yang dapat digunakan dalam persenjataan primer di kendaraan tempur Bradley Angkatan Darat AS, senapan anti-materiel, helikopter Apache AH-64, dan lainnya.

Sebagai contoh, kaliber 25 mm adalah ukuran  yang digunakan pada kendaraan tempur M2 / M3 Bradley. Beberapa sub- amunisi 25 mm tersedia  yang paling umum adalah armor-piercing, high-explosive, sabot, tracer, dan amunisi latihan.

Amunisi 30 mm biasanya tidak digunakan terhadap personel, melainkan sebagai anti-materi atau armor-piercing. Amunisi ukuran ini dapat efektif terhadap kendaraan lapis baja serta bunker.

Sedangkan 30x113mm dirancang untuk beroperasi penuh dalam meriam M230 (AV-30) Chain Gun 30mm yang digunakan pada helikopter Apache AH-64.

Amunisi ringan 30x113mm kompatibel dengan AV-30 (M230). Turret AV-30 dapat diintegrasikan pada berbagai aplikasi kendaraan ringan termasuk Pandur, M113, dan Piranha.

Amunisi 30x173mm dapat digunakan dalam persenjataan utama dalam berbagai kendaraan termasuk modul tempur baru Stryker. Putaran ini juga dapat efektif terhadap kendaraan lapis baja serta bunker.