Lockheed akan Produksi Sayap F-16 di India

Lockheed Martin (LMT.N) akan membuat sayap pesawat tempur F-16 di India bekerja sama dengan mitra lokalnya, Tata Advanced Systems Limited. Sebuah langkah yang akan menjadi modal penting untuk pengadaan 114 jet tempur India yang sedang diincar Lockheed.

Lockheed menjadi salah satu penawar kontrak senilai kurang lebih US$ 15 miliar atau sekitar Rp209 triliun untuk memasok angkatan udara India dengan 114 pesawat tempur, yang semuanya harus diproduksi secara lokal di bawah program Make in India.

Namun, Vivek Lall, Wakil Presiden Strategi dan Pengembangan Bisnis Lockheed, mengatakan produksi sayap untuk F-16 di India tidak akan bergantung pada kontrak itu. Artinya, entah kalah atau menang, program itu tetap akan dijalankan.

“Memproduksi sayap F-16 di India akan memperkuat kemitraan strategis Lockheed Martin dengan Tata dan dukungan Make in India,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters Rabu 5 September 2018.

Pengumuman Lockheed datang hanya beberapa hari sebelum pembicaraan tingkat atas antara Amerika Serikat dan India yang bertujuan memperluas hubungan pertahanan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj dan Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman.

Boeing juga ikut bersaing di kontrak ini dengan menawarkan F / A-18 Super Hornet sementara Saab Swedia dengan Gripen dan Dassault Prancis mengusung Rafale. Konsorsium Eropa juga maju dengan menawarkan Eurofighter Typhoon sementara Rusia juga akan ikut merebut peluang.

Lall mengatakan Lockheed telah menawarkan untuk menjadikan India satu-satunya fasilitas produksi F-16 yang akan memasok militer India tetapi juga negara-negara lain. “Jika India membeli F-16 maka itu menjadi pusat manufaktur untuk pasar global,” katanya.

Lall mengatakan bahwa perusahaan itu merencanakan untuk memulai produksi sayap F-16 di kota Hyderabad di India selatan mulai tahun 2020. Dia mengatakan selama ini bagian tersebut diproduksi di sebuah fasilitas di Israel dan tidak akan mempengaruhi pekerjaan apa pun di Amerika Serikat.

Sementara garis produksi di Israel akan terus terlibat dalam produksi lainnya. “Semua sayap F-16 secara global akan dibangun di fasilitas Hyderabad,” katanya.

Facebook Comments