For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Hadhramaut, Kota Pencakar Langit Tertua di Dunia ini Dibangun dari Lumpur

Yaman dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu medan perang paling brutal di dunia. Koalisi pimpinan Arab Saudi telah membuat negara miskin ini porak-poranda dengan gempuran mereka untuk menghancurkan Houthi.

Ratusan ribu orang dikabarkan telah meninggal dengan jutaan yang lain mengungsi dan kehilangan rumah. Belum lagi wabah penyakit kolera dan kelaparan yang semakin membuat negara ini seperti tidak punya masa depan.

Yaman, sesungguhnya merupakan negara yang menyimpan peradaban kuno yang cukup besar.  Salah satu situs bersejarah adalah Kota Shibam atau sering disebut sebagai Hadhramaut, kota pencakar langit tertua di dunia. Yakni Shibam.

Kota ini menjadi bagian dari Kabupaten Shibam di Hadhramaut dan terkenal dengan bangunan bertingkat tinggi. Prasasti pertama yang diketahui tentang kota dari tertanggal abad ke-3.

Kebanyakan kita mungkin berpikir bangunan bertingkat yang ada sekarang ini adalah bangunan baru yang dibangun dengan teknologi tinggi. Padahal sebenarnya tidak, bangunan-bangunan pencakar langit ini sudah ada hampir lima abad atau 500 tahun dan nyaris tidak berubah sejak saat itu.

Kota ini terletak di gurun Ramlat al-Sab`atayn,  jalan utama yang menghubungkan Sana’a dan kota-kota lain dari Yaman barat ke wilayah timur jauh.  Shibam, yang sekarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, terkenal dengan arsitektur yang khas.

Rumah-rumah Shibam semuanya terbuat dari bata lumpur dan sekitar 500 dari mereka adalah blok menara, yang terdiri dari 5 sampai 11 lantai, dengan masing-masing lantai memiliki satu atau dua kamar. Gaya arsitektur ini digunakan untuk melindungi warga dari serangan Suku Badui.

Meski Shibam diperkirakan ada sejak 1.700 tahun, sebagian besar rumah di kota ini berasal dari abad ke-16. Meskipun banyak yang telah beberapa kali direnovasi dalam beberapa abad terakhir.

Beberapa bangunan memiliki tinggi lebih dari 30 meter. Shibam sering disebut “kota pencakar langit tertua di dunia” atau “Manhattan dari gurun”, dan merupakan salah satu contoh perencanaan kota tertua dan terbaik yang berdasarkan prinsip konstruksi vertikal. Kota ini memiliki beberapa bangunan lumpur tertinggi di dunia, dengan beberapa dari mereka memiliki tinggi lebih dari 30 meter, sehingga menjadi awal bangunan apartemen bertingkat tinggi.

Dalam rangka untuk melindungi bangunan dari hujan dan erosi, dinding harus dipelihara secara rutin dengan membebrikan lapisan Lumpur segar.

Kota terdekat Tarim berisi struktur tertinggi di lembah Wadi Hadhramaut, menara mudbrick dari masjid Al-Mihdhar yang memiliki ketinggian kurang lebih 53 meter. Ini adalah menara tertinggi di semenanjung Arab selatan.

Salma Damluji, ahli terkemuka di dunia arsitektur tradisional Saudi, memperkirakan ada teknik kunci untuk menjadikan Lumpur benar-benar tahan di tengah iklim yang keras.

Kota ini sempat dilanda banjir besar pada tahun 2008 yang mengakibatkan banyak fondasi bangunan di kota itu terganggu dan mengancam kehancuran. Kota ini juga menjadi sasasaran serangan Al Qaeda yang menjadikannya semakin terancam. Belum lagi perang yang sedang berkecamuk sekarang ini.

 

 

 

Facebook Comments