Amerika Beri Sanksi Baru ke Rusia

Amerika terus menekan Rusia dengan sanksi. Kali ini Washington menggunakan tuduhan penggunaan racun saraf untuk menyerang bekas mata-mata Rusia beserta putrinya di Inggris untuk memberi sanksi baru kepada Moskow.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika, Heather Nauert, mengatakan Amerika berkeyakinan bahwa Rusia “menggunakan senjata kimia atau hayati, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, atau telah menggunakan senjata kimia atau biologis terhadap warga negaranya sendiri”.

Sanksi Amerika akan diterapkan pada barang-barang keamanan nasional yang sensitif, kata seorang pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Amerika kepada para wartawan dalam telekonferensi. Pejabat tersebut mengutip Undang-undang 1991 soal Penghapusan Senjata dan Peperangan Kimia dan Hayati.

Namun, beberapa pengecualian akan diberikan pada kegiatan penerbangan luar angkasa serta sektor-sektor yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan penumpang komersial. Pengecualian itu akan diterapkan secara kasus per kasus, tambah pejabat itu.

Pejabat tersebut mengatakan gelombang kedua sanksi “lebih kejam” akan diterapkan setelah 90 hari, kecuali Rusia memberikan “jaminan yang bisa dipercaya” bahwa negara itu tidak akan lagi menggunakan senjata kimia dan Perserikatan Bangsa-bangsa diberi akses untuk melakukan penyelidikan di lapangan.

Pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan bahwa Amerika telah memberi tahu Kremlin soal sanksi tersebut pada Rabu.

Sergei Skripal, mantan kolonel pada dinas intelijen militer Rusia, GRU, dan putrinya, yang berusia 33 tahun, Yulia, ditemukan dalam keadaan tidak sadar di kota Inggris selatan, Salisbury, pada Maret. Mereka terkapar setelah cairan mengandung zat saraf jenis Novichok melekat di pintu depan rumah mereka.

Kremlin pada Kamis menyatakan bahwa pemberlakuan sanksi baru Amerika Serikat terhadap Rusia adalah kebijakan ilegal, yang melanggar hukum internasional.

Di sisi lain, Moskow juga menegaskan bahwa sistem finansial mereka masih stabil dan tidak terpengaruh oleh sanksi Washington.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi kebijakan Washinton terbaru itu dengan menyebutnya sebagai tindakan “yang sangat tidak bersahabat”. Namun pihaknya mengaku masih berharap hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia akan terus membaik.

“Kami sama sekali tidak bisa menerima tudingan terkait peristiwa ini (penggunaan gas syaraf di Inggris). Sanksi baru yang diterapkan oleh Amerika Serikat adalah kebijakan yang jelas-jelas ilegal dan melanggar hukum internasional,” kata Peskov.

Sementara Inggris menyambut keputusan Washington menerapkan sanksi baru terhadap Rusia tersebut. Inggris selama ini menuding Rusia sebagai dalang di balik serangan itu dan, bersama AS serta sejumlah negara sekutu Barat, mengusir puluhan diplomat Rusia.

“Inggris menyambut tindakan lebih lanjut ini yang dijalankan oleh sekutu-sekutu AS kami,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan.

Facebook Comments

Translate »