Rudal Tenaga Nuklir Rusia Dikabarkan Gagal Empat Kali Uji

Rudal Kalibr

Rudal jelajah bertenaga nuklir milik Vladimir Putin mengalami kesulitan untuk tetap berada di udara. Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret 2018 mengumumkan paket senjata terbaru termasuk rudal bertenaga nuklir.

Tetapi sebuah laporan muncul bahwa rudal yang tidak disebutkan namanya itu telah mengalami kegagalan empat kali dalam empat bulan. Rudal jatuh di tengah perjalanan saat uji terbang.

Rudal jelajah Rusia baru mengambil keuntungan dari reaksi berantai nuklir untuk dayanya. Menurut CNBC rudal itu kemungkinan menggunakan mesin turbojet mirip dengan yang menggerakkan rudal jelajah Kalibr untuk mencapai kecepatan dan ketinggian yang diinginkan sebelum mesin nuklir aktif.

Penggunaan mesin nuklir secara teoritis memberikan jangkauan tak terbatas rudal yang baru, memungkinkannya terbang ribuan mil ke seluruh penjuru dunia. Namun sejauh ini rudal itu baru terbang tidak lebih dari 22 mil selama dua menit.

Sumber mengatakan kepada CNBC bahwa mesin nuklir yang digunakan kemungkinan gagal menyebabkan rudal jatuh.

Ketika terungkap pada bulan Maret, rudal Rusia segera dibandingkan dengan Supersonic Low Altitude Missile atau SLAM yang dibangun Pentagon di era Perang Dingin.

SLAM merupakan rudal jelajah bertenaga nuklir yang terbang rendah dan dibangun untuk terbang jauh , memutar rute di atas Uni Soviet kemudian mengujani wilayah yang dilintasi dengan bom hidrogen.

SLAM dibatalkan sebagian karena terlalu sulit untuk diuji. Sebuah rudal mendarat akan memuntahkan puing-puing radioaktif hingga  mencemari area yang luas.

Tidak jelas seberapa banyak kontaminasi radioaktif yang dirilis oleh tes gagal Rusia. Popular Mechanics Kamis 24 Mei 2018 menyebutkan pelepasan radioaktivitas misterius di sekitar Rusia musim gugur lalu diperkirakan merupakan hasil dari tes pertama.

Pada awal pengujian ini, misil mungkin membawa bahan bakar nuklir yang cukup untuk menunjukkan bahwa mesin nuklir bekerja yang sejauh ini tidak berhasil.

Pada titik ini, dengan empat kegagalan berturut-turut  jelas ada sesuatu yang salah. Tes terakhir disebut dilakukan pada bulan Februari, dan itu mungkin beberapa bulan sebelum pengujian lebih lanjut.

Facebook Comments

error: Content is protected !!