Bagaimana Proxy War antara Iran dan Israel Dimulai?

Serangan Israel ke target Iran di Suriah beberapa waktu lalu

Iran dan Israel adalah dua negara yang terus berada dalam tensi tinggi. Secara de facto keduanya sebenarnya telah terlibat perang selama bertahun-tahun meski menggunakna kekuatan proxy. Bagaimana sebenarya sejarah perang proxy kedua kekuatan ini?

Di bawah rezim Shah, Iran sebenarnya mengembangkan hubungan ekonomi dan militer yang relatif dekat dengan Israel.  Revolusi Iran pada 1979 membawa para ulama garis keras berkuasa dan mengakhiri hubungan diplomatik secara resmi, tetapi Israel terus memasok Iran dengan lebih dari US$ 500 juta dalam bentuk senjata yang sangat dibutuhkan selama Perang Iran-Irak yang berdarah.

Pada saat itu, pemerintah Israel melihat Irak sebagai ancaman yang lebih dekat  terutama karena senjata nuklir dan program rudal balistiknya.

Namun, benih-benih konflik Iran-Israel yang lebih dalam ditaburkan dalam perang saudara di Lebanon. Penciptaan Israel pada tahun 1948 dan penaklukannya atas wilayah tambahan pada tahun 1967  menelantarkan ratusan ribu pengungsi Palestina.

Karena tidak dapat kembali ke rumah, para pengungsi Palestina menjadi penduduk permanen di negara-negara tetangga Arab. Kehadiran mereka di negara kecil dan multikultural Lebanon akhirnya mendestabilisasi keseimbangan kekuasaan antara faksi-faksi yang berbeda yang dibagi oleh etnis, agama dan ideologi, yang berkontribusi terhadap pecahnya perang saudara pada tahun 1975.

Tujuh tahun kemudian, pasukan Israel memasuki Lebanon dalam Operation Peace for Galilee, sebuah upaya untuk memperkuat kepentingan faksi Kristen di Lebanon.

Suriah – yang telah berjuang beberapa kali perang dengan Israel untuk menguasai Dataran Tinggi Golan – telah mengerahkan pasukan di Lebanon untuk mendukung faksi Palestina, sehingga tank-tank dan jet tempur Suriah bentrok dengan pasukan Israel dalam pertempuran besar-besaran.

Presiden Ronald Reagan juga sempat mengirim pasukan ke Lebanon dalam upaya untuk mempengaruhi konflik, tetapi menarik mereka pada Oktober 1983 setelah pemboman truk menewaskan 241 orang Amerika.

Iran,   kemudian mengorganisir dan mempersenjatai koalisi pejuang Syiah yang disebut Hezbollah atau Hizbullah untuk memerangi Israel.

Meskipun awalnya Hizbullah menentang pengaruh Suriah di Lebanon, Damaskus akhirnya akan menjadi mitra dalam manajemen Hizbullah. Meski Suriah memiliki mayoritas penduduk Sunni, keluarga Assad yang berkuasa berasal dari minoritas Syiah yang berkontribusi pada hubungan Iran-Suriah yang cukup hangat.

Israel akhirnya menarik diri dari rawa-rawa dan medan perang Lebanon pada akhir tahun 1990 dengan kekalahan faksi Kristen Maronit, dan pemulihan sistem demokrasi multipartai  di mana Hizbullah bercokol sebagai pemain kunci.

Teheran dan Damaskus juga menggunakan Hizbullah sebagai pengungkit untuk mempengaruhi politik Lebanon. Sebagai contoh, Suriah dan Hezbollah secara umum diyakini bersalah dalam dua kali kali upaya perdana menteri Libanon Rafic Hariri pada tahun 2006 menggunakan bom truk seberat 4.000 pon.

NEXT: JUSTRU WASHINGTON MEMBERI JALAN KEBANGKITAN IRAN
Facebook Comments