For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kecil, Kuat dan Cepat, Inilah Frigat Andalan Rusia

Frigate Admiral Makarov

Angkatan Laut Rusia telah memiliki tiga frigate Project 11356. Kapal terakhir Admiral Makarov diterima pada akhir 2018 dan bergabung dengan Admiral Grigorovich dan Admiral Essen sebagai bagian dari armada Laut Hitam Rusia.

Frigate Project 11356 pada awalnya dirancang untuk melawan target permukaan dan kapal selam, untuk mengusir serangan udara musuh, menghancurkan target darat dengan senjata presisi tinggi dan untuk ikut serta dalam misi kontraterorisme dan antipembajakan.

Sebuah frigate Project 11356 benar-benar serbaguna dan mampu menyelesaikan hampir semua tugas tempur di teater operasionalnya.

Kementerian Pertahanan Rusia telah memerintahkan total enam kapal kelas ini. Tiga frigate yang tersisa – Admiral Butakov, Admiral Istomin dan Admiral Kornilov  telah dibangun dan direncanakan untuk memasuki layanan pada tahun 2020-2021.

Admiral Makarov akan bergabung dengan pasukan Armada Laut Hitam, divisi yang diperkuat 30 kapal tempur yang dipimpin oleh kapal penjelajah rudal Moskva. Ke depan, frigate baru akan menjadi tulang punggung divisi ini.

Persenjataan

Frigate Project 11356 mengepak persenjataan senjata yang mampu memukul berbagai jenis target. Setiap kapal memiliki delapan peluncur 3M22 untuk rudal jelajah Kalibr-NK  dengan jangkauan operasional hingga 2.500 kilometer. Selain itu juga membawa rudal anti-kapal Oniks dengan jarak serang hingga 500 kilometer.

Frigate Admiral Grigorovich dan Admiral Essen telah menunjukkan kemampuannya ketika terlibat dalam operasi Rusia di Suriah pada tahun 2016-2017. Kapal ini berkali-kali mengirimkan serangan presisi tinggi ke sasaran musuh.

Admiral Makarov juga memiliki sistem artileri serbaguna 100-mm AK-190 dengan jangkauan operasi hingga 21 kilometer. Sedangkan untuk perang anti kapal selam, kapal tersebut memiliki 12bom RBU-6000  dan empat peluncur torpedo 533 mm. Selain itu, ada sistem pertahanan anti-pesawat Shtil-1, dengan jarak tempuh hingga 50 kilometer, serta sepasang meriam anti-pesawat AK-630M.

Kapal baru ini juga memiliki sistem kontrol terkomputerisasi yang canggih. Akibatnya, frigate dengan berat  4.035 ton dan panjang 125 meter cukup dioperasikan 180 awak, termasuk 18 perwira.  Kapal tersebut juga membawa 20 marinir dan helikopter anti-kapal selam Ka-27PL atau Ka-31.

Admiral Makarov memiliki teknologi stealth dan tingkat kebisingan yang rendah, terutama karena mesin turbin dua poros COCAG mereka, yang menghasilkan total 56.000 tenaga kuda. Kapal bisa mencapai kecepatan hingga 30 knot (56 kilometer per jam) dan memiliki daya tahan laut 30 hari.

Meningkatkan Peninggalan Soviet

Sebenarnya, Project 11356 adalah modernisasi ekstensif proyek Burevestnik (Storm Petrel) yang dibangun era Soviet, yang mencakup 28 kapal tempur yang dibangun sejak tahun 1968 (Project 1135 dan 1135M). Inilah sebabnya mengapa pembangunan masing-masing frigat Project 11356 memakan waktu lima tahun, mulai digulirkan untuk memasuki layanan.

Dua dari 28 frigat yang dibangun selama periode Soviet masih beroperasi dengan Armada Laut Hitam. Kapal-kapal kelas Burevestnik mendapatkan reputasi karena kemampuan dan keandalannya.  Mereka memainkan peran taktis penting di Angkatan Laut Soviet.

Saat mengembangkan Project 11356, para insinyur Rusia memikirkan pengalaman pertarungan dan pemeliharaan kapal Burevestnik, membuat sejumlah upgrade dan menambahkan teknologi baru.

Saat ini, di tengah krisis yang terus berlanjut di Suriah dan meningkatnya aktivitas NATO di Laut Hitam, Armada Laut Hitam Rusia membutuhkan kapal yang kuat, cepat dan kompak dan Project 11356 memenuhi kebutuhan tersebut.

 

Facebook Comments