Sebuah jet tempur AV-8B Harrier milik Korps Marinir Amerika Serikat jatuh sesaat setelah lepas landas dari Djibouti Ambouli International Airport. Pilot selamat dalam kecelakaan yang terjadi Selas 3 April 2018 sekitar pukul 16.00 waktu setempat tersebut.
USNI News melaporkan pesawat terseut bagian dari detasemen yang dilekatkan pada Marine Medium Tiltrotor Squadron One Six Two, atau VMM-162, bagian dari Marine Expeditionary Unit ke-26. Mereka berada di negara Afrika Timur itu untuk latihan perang amfibi tahunan yang disebut sebagai Alligator Dagger.
Laporan mengatakan bahwa hidung pesawat naik terlalu cepat ketika pesawat itu lepas landas dari landasan pacu, mendorong pilot untuk melakukan proses ejeksi. Nasib pesawat tidak jelas, tetapi menurut USNI News saksi melihat pilot berjalan sendiri ke ambulans.
“Dokter mengatakan pilot itu dalam kondisi stabil saat dievaluasi di fasilitas medis ekspedisi Camp Lemonnier,” kata Armada Kelima Angkatan Laut Amerika, yang juga bertindak sebagai Komandan Angkatan Laut di Timur Tengah atau Naval Forces Central Command (NAVCENT) kepada USNI News.
“Tidak ada laporan cedera personel di lapangan atau kerusakan infrastruktur di bandara. Bandara.”
Camp Lemonnier di Djibouti adalah satu-satunya pangkalan militer Amerika di Afrika dan merupakan rumah bagi lebih dari 3.000 personel.
Detasemen jet taktis diroling ke pangkalan secara konsisten untuk operasi kontingensi dan untuk melakukan serangan udara di Yaman.
Di militer AS, jet Harrier, yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal digunakan oleh Marinir. Pesawat memasuki produksi pada awal tahun 1980 dan terus dilakukan hingga tahun 2003. Pesawat ini dijadwalkan untuk tetap dalam pelayanan sampai dengan tahun 2025.

