For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Apa Yang Bisa Kita Tahu dari Rudal Hipersonik Kh-47M2 Rusia?

Rusia baru saja memamerkan video yang menggambarkan pengujian rudal hipersonik mereka dari jet tempur MiG-31. Dengan data yang terbatas, ada beberapa yang bisa kita tahu Rudal Kh-47M2 tersebut.

Rudal Kh-47M2, yang juga dijuluki “Kinzhal” (Dagger/belati), adalah rudal jelajah udara hipersonik Rusia yang baru diluncurkan.  Sejak 2017 rudal ini diuji dan dievaluasi oleh militer Rusia.

Rudal hipersonik ini pertama kali diumumkan pada 2018.   Menariknya, tidak ada informasi sama sekali tentang rudal Kh-47 yang asli. Yang ada justru langsung bukan versi “M2” yang berarti adalah varian yang disempurnakan dari produk aslinya.

Kinzhal menyerupai rudal balistik jarak jauh Iskander yang diluncurkan dari udara. Namun meski penampilan serupa itu adalah desain yang sama sekali berbeda. Kh-47M2 adalah senjata serangan jarak jauh. Perannya adalah untuk menekan pertahanan lawan dan menghancurkan target penting. Ini juga bisa menghancurkan kapal perang.

Rudal Kinzhal dibawa dan diluncurkan oleh jet tempur MiG-31BM. Rencananya pesawat itu juga akan dibawa oleh jet tempur siluman Su-57 .

Beberapa sumber melaporkan bahwa rudal ini memiliki jangkauan maksimal hingga 2.000 km. Jika laporan ini benar, berarti rudal ini secara signifikan memperluas jangkauan jet tempur multi-peran Rusia, yang sebelumnya membawa rudal udara ke darat dengan jangkauan maksimum hanya beberapa ratus kilometer.

Kisaran yang diklaim ini mendekati rudal Kh-55SM, Kh-101, dan beberapa rudal jelajah udara lainnya, yang dibawa oleh pembom strategis jarak jauh.

Kh-47M2 dilaporkan melaju dengan kecepatan 10 Mach (sekitar 12.000 km / jam). Dengan kecepatan seperti itu hanya dibutuhkan waktu lebih dari 10 menit agar rudal bisa mencapai jangkauan maksimumnya yakni 2.000 km.

Kinzhal dapat membawa bahan peledak nuklir atau konvensional daya ledak tinggi mauoun hulu ledak berdaya rendah.

Manuver misil jelajah ini dilakukan pada semua tahapan penerbangannya untuk mengatasi sistem pertahanan udara lawan.

Rudal udara ke darat terbaru Rusia cukup akurat karena penggunaan sistem panduan modern dengan kemampuan navigasi satelit. Kemungkinan besar Kinzhal juga akan menggunakan sistem ini. Rudal bisa memiliki CEP sekitar 10-20 meter.

Sumber: military today

Facebook Comments